SUARBERITA.COM - Indonesia resmi memulai mandat sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UNBoA) periode 2026-2032 setelah sebelumnya terpilih secara aklamasi oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selanjutnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI akan mulai menjalankan audit eksternal terhadap berbagai entitas PBB bersama lembaga audit tertinggi Prancis dan Brasil guna mendukung reformasi tata kelola organisasi internasional tersebut.
Prosesi serah terima keanggotaan UNBoA berlangsung di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat. Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir mendampingi Ketua BPK RI Isma Yatun dalam menerima mandat yang berlaku hingga Juni 2032. UNBoA merupakan dewan yang terdiri dari tiga Supreme Audit Institutions (SAI) yang bertugas memeriksa laporan keuangan serta kinerja berbagai badan PBB.
Hasil audit akan disampaikan kepada Majelis Umum PBB sebagai rekomendasi untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas dan efektivitas tata kelola organisasi. Dalam periode enam tahun ke depan, BPK RI menggantikan China National Audit Office sebagai wakil kawasan Asia dan akan bekerja sama dengan SAI Prancis serta SAI Brasil.
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menegaskan keanggotaan Indonesia di UNBoA menjadi bagian dari kontribusi nyata Indonesia dalam mendorong reformasi PBB. "Mandat BPK RI di UNBoA sejalan dengan komitmen Indonesia untuk mendorong reformasi tata kelola PBB bersama negara-negara anggota lainnya," ujar Arrmanatha, dikutip dari dari metrotvnews, Jumat (24/7/2026).
Ketua BPK RI Isma Yatun juga menekankan pentingnya menjaga independensi, kesinambungan dan kualitas audit agar mampu memberikan nilai tambah bagi PBB dan seluruh negara anggotanya. Mandat tersebut merupakan hasil diplomasi yang dibangun sejak proses pencalonan Indonesia pada 2020.
Kementerian Luar Negeri bersama BPK RI berhasil menghimpun dukungan negara-negara anggota hingga Indonesia dipercaya menduduki kursi UNBoA tanpa pemungutan suara. Ke depan, Kementerian Luar Negeri melalui Perutusan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York akan terus mendukung pelaksanaan tugas BPK RI.
Pemerintah menilai mandat ini akan memperkuat kepemimpinan Indonesia di forum internasional sekaligus meningkatkan kontribusi Indonesia dalam membangun tata kelola global yang lebih transparan, akuntabel dan berintegritas.

