Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Teknologi

Rosatom Rusia Mulai Penjajakan Nuklir dengan BRIN

Abd Munib15 Mei 202607.00 WIB
Rosatom Rusia Mulai Penjajakan Nuklir dengan BRIN

SUARBERITA.COM - Pemerintah Indonesia mulai mempercepat penjajakan kerja sama teknologi nuklir dengan Rusia. Langkah itu ditandai dengan pertemuan antara Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria dan Direktur Jenderal Rosatom Alexey Likhachev.

Pertemuan tersebut sekaligus disinyalir sebagai langkah pengembangan energi rendah emisi. Arif menyebut BRIN mendapat mandat untuk memastikan penjajakan teknologi nuklir berjalan terkoordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Menurut Arif, pembahasan melampai wacana riset. Lebih dari itu, pertemuan lebih menyentuh tahapan implementasi.

“Ini merupakan upaya komprehensif untuk mendalami berbagai opsi teknologi maju bagi masa depan Indonesia,” kata Arif dikutip dari detik.com, Kamis (14/5/2026).

Kerja sama RI-Rusia akan difokuskan pada penyusunan roadmap energi nuklir. Seperti studi tapak pembangunan reaktor, pemilihan teknologi hingga pengelolaan bahan bakar nuklir. Pemerintah juga membuka peluang modernisasi reaktor riset GA Siwabessy di Serpong serta pengembangan teknologi High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR).

Teknologi tersebut dinilai tepat karena selain menghasilkan listrik sekaligus dapat dimanfaatkan untuk produksi hidrogen, desalinasi air dan kebutuhan industri.

“Kami melihat Indonesia sebagai mitra penting dalam pengembangan teknologi nuklir damai di kawasan Asia,” ujar Alexey Likhachev.

Selain sektor energi, kerja sama turut menyasar pengembangan radioisotop medis, teknologi iradiasi pangan, pengelolaan limbah radioaktif hingga penguatan pendidikan dan sumber daya manusia nuklir.

Meski demikian, BRIN menegaskan pengembangan energi atom di Indonesia selain bergantung pada kesiapan teknologi juga berkaitan penerimaan publik. Pemerintah menilai pendekatan sosial menjadi faktor penting agar agenda nuklir nasional berjalan aman, transparan dan tidak memicu konflik sosial.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!