SUARBERITA.COM - Kebakaran hebat yang melanda pabrik sandal jepit PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) di Jalan Melati Raya, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, hingga Senin (22/6/2026) sore masih belum berhasil dipadamkan. Puluhan petugas pemadam kebakaran masih terus berupaya menjinakkan api yang membakar area pabrik sejak Minggu (21/6) malam.
Proses pemadaman yang telah berlangsung lebih dari belasan jam menghadapi tantangan besar. Material karet yang menjadi bahan baku utama produksi membuat kobaran api sulit dipadamkan dan membutuhkan teknik penanganan khusus.
Dilansir dari detik, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan hingga Senin sore proses pemadaman masih terus berlangsung.
"Belum, masih pemadaman," ujar Andia saat dikonfirmasi pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 16.13 WIB.
Menurutnya, meski sebagian area telah berhasil dikendalikan, petugas masih menemukan titik-titik api yang terus menyala di dalam bangunan pabrik.
"Kondisi terkini pukul 16.23 WIB, petugas Damkar Kota Tangerang masih berproses melakukan pemadaman. Di beberapa titik masih terlihat sumber-sumber api yang sedang dalam proses penanganan," kata Andia.
Ia menjelaskan, proses pemadaman berlangsung lebih lama karena banyaknya bahan baku karet, baik dalam bentuk padat maupun cair, yang memiliki karakter mudah terbakar dan menyimpan panas cukup lama.
"Pukul 16.24 WIB anggota terus melakukan pemadaman. Bahan karet, bahan baku baik padat maupun cair sehingga proses pemadaman membutuhkan lebih ekstra dan penanganan yang berbeda," ungkapnya.
Kebakaran diketahui pertama kali terjadi pada Minggu (21/6) sekitar pukul 22.45 WIB. Besarnya kobaran api membuat sejumlah unit pemadam kebakaran dikerahkan untuk mencegah api meluas ke bangunan di sekitar kawasan industri tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai penyebab kebakaran maupun jumlah kerugian yang ditimbulkan. Petugas masih fokus melakukan proses pendinginan dan memastikan seluruh titik api benar-benar padam sebelum dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Api yang belum sepenuhnya dapat dikendalikan juga menyebabkan kepulan asap masih terlihat membumbung dari area pabrik, sementara petugas terus bekerja secara bergantian untuk mengantisipasi munculnya kembali kobaran api dari material karet yang masih menyimpan panas.

