Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Update Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Satu Warga Meninggal dan Ratusan Gempa Susulan Masih Terjadi

M Rayhan Wildani K18 Juni 202611.22 WIB
Update Gempa M 6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Satu Warga Meninggal dan Ratusan Gempa Susulan Masih Terjadi

SUARBERITA.COM - Suasana di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah masih dipenuhi kewaspadaan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Kota Palu, Kabupaten Sigi, Parigi Moutong, hingga Poso pada Selasa (16/6/2026). Meski guncangan utama telah berlalu, ratusan gempa susulan membuat banyak warga belum berani kembali ke dalam rumah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mencatat satu orang meninggal dunia dan ribuan rumah terdampak akibat gempa tersebut. Hingga Rabu (17/6) pukul 05.30 WITA, BMKG merekam 419 gempa susulan dengan magnitudo terbesar 5,2, di mana 25 di antaranya masih dirasakan masyarakat.

Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling besar. Ratusan rumah di Kecamatan Palolo dan Nokilalaki mengalami kerusakan, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas, tempat ibadah, kantor desa, hingga jaringan air bersih juga ikut terdampak. Longsor di kawasan Gunung Kamarora bahkan memutus akses dan mengganggu saluran air.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Kota Palu, Parigi Moutong, dan Poso. Selain rumah warga, beberapa bangunan publik, jembatan, hingga gedung Universitas Tadulako mengalami kerusakan akibat guncangan.

Korban meninggal diketahui merupakan warga Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, yang diduga mengalami serangan jantung saat gempa terjadi. Sementara puluhan warga lainnya mengalami luka ringan maupun luka berat.

“BPBD juga mencatat korban jiwa dan korban luka akibat bencana tersebut. Satu korban meninggal dunia dilaporkan berasal dari Desa Ampera, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, yang diduga mengalami serangan jantung saat kejadian gempa. Selain itu, puluhan warga mengalami luka ringan dan beberapa lainnya mengalami luka berat,”  ucap asbudianto dilansir dari kompas.

Saat ini BPBD bersama TNI dan pemerintah daerah masih melakukan pendataan sekaligus menyalurkan bantuan darurat. Kebutuhan mendesak di lokasi terdampak meliputi tenda pengungsian, matras, selimut, paket sembako, genset, hingga lampu tenaga surya.

BPBD mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan BMKG, serta meningkatkan kewaspadaan karena potensi gempa susulan masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!