Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Unjuk Rasa Penolakan Penempatan Militer di Jayapura Berujung Ricuh, 7 Anggota Polisi Terluka

Moh Wasil Haqqullah16 Agustus 202614.00 WIB
Unjuk Rasa Penolakan Penempatan Militer di Jayapura Berujung Ricuh, 7 Anggota Polisi Terluka

SUARBERITA.COM - Aksi penyampaian aspirasi oleh elemen pemuda dan mahasiswa di Kota Jayapura, Papua, pada Sabtu siang berakhir ricuh dengan aparat keamanan saat massa berupaya menggelar aksi longmarch menuju ke kawasan Abepura.

Demonstrasi yang menentang kebijakan penempatan militer di wilayah Papua berlangsung serentak di kawasan Abepura, Expo Waena, serta Perumnas Tiga. Gesekan fisik antarkelompok massa dan aparat kepolisian pecah ketika barisan demonstran yang hendak melakukan longmarch menuju Abepura disekat oleh petugas di lapangan. Situasi kian memanas setelah terjadi aksi pelemparan batu ke arah barikade petugas. Menanggapi eskalasi aksi tersebut, pihak aparat kepolisian mengambil langkah pembubaran dengan melepaskan tembakan gas air mata serta mengerahkan unit meriam air ke arah kerumunan massa yang bertahan.

Insiden tersebut mengakibatkan tujuh personel kepolisian menderita luka-luka dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura. Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus Maclarimboen mengonfirmasi hal itu pada Sabtu petang. "Dalam insiden tersebut terdapat 7 personel kepolisian yang mengalami luka dan cedera saat menjalankan tugas pengamanan. Ketujuh personel sudah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, dan sedang dalam rawat inap," jelas Fredrickus. Ia menambahkan, "Para personel mengalami luka dan memar akibat benturan dan lemparan batu serta terinjak saat berupaya mengendalikan situasi di tengah kerumunan massa." Dilansir dari Kompas, Jumat (15/8/2026).

Guna mengantisipasi perluasan bentrokan, Polresta Jayapura Kota menerjunkan sebanyak 1.560 personel gabungan ke sejumlah titik konsentrasi aksi. Fredrickus menerangkan bahwa seluruh pengamanan dijalankan secara persuasif, terukur, dan kini situasi keamanan telah berhasil dikendalikan secara sepenuhnya.

Bentrokan dalam aksi unjuk rasa penolakan penempatan militer di Jayapura mengakibatkan sebanyak tujuh personel polisi menjalani perawatan medis secara intensif akibat lemparan batu dan benturan. Pihak kepolisian berhasil memulihkan ketertiban dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak terpancing provokasi, serta senantiasa bersama-sama menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kota Jayapura pascainsiden.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!