SUARBERITA.COM – Uni Eropa kembali membuktikan kepemimpinannya dalam transisi energi global. Laporan terbaru dari Ember (think tank energi) yang dirilis pada 2 April 2026 menunjukkan bahwa pada Kuartal I 2026, energi terbarukan menyumbang rekor tertinggi sebesar 47% terhadap total pembangkitan listrik di 27 negara anggota UE. Angka ini naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang hanya 42%.
Dilansir dari Euronews, kenaikan ini didorong oleh musim angin yang sangat baik di Eropa Utara dan pemasangan kapasitas tenaga surya yang masif di Spanyol, Italia, dan Jerman. "Kami melihat percepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Batu bara kini hanya menyumbang 8%, sementara gas alam turun di bawah 15% untuk pertama kalinya dalam sejarah," kata Dr. Sarah Thompson, analis senior Ember.
Komisi Eropa menyambut baik capaian ini sebagai bukti bahwa European Green Deal berjalan sesuai target. Namun, tantangan masih ada, terutama terkait stabilitas jaringan dan penyimpanan energi. Negara-negara seperti Jerman dan Prancis sedang mempercepat pembangunan fasilitas baterai skala utilitas untuk mengatasi intermitensi. Sementara itu, Polandia dan Republik Ceko, yang sebelumnya sangat bergantung pada batu bara, kini telah mengoperasikan setidaknya 10 gigawatt pembangkit surya baru. UE menargetkan bauran terbarukan mencapai 55% pada akhir dekade ini.

