SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto mengundang seluruh rektor perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI). Acara ini digelar di Hall B, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 26-28 Juni 2026.
Dilansir dari laman resmi Presiden Republik Indonesia, Prabowo dalam sambutannya pada Jumat (26/6) mengatakan, “Saya selalu berpendapat bahwa para guru besar adalah orang-orang yang terpintar dari sebuah negara. Jadi, kalau negara mau bangkit, negara mau maju, memang harus dimanfaatkan atau digerakan potensi dan kemampuan dari kampus-kampus, dari universitas di Indonesia.”
Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengapresiasi para guru besar dan akademisi dari seluruh kampus dan universitas di Indonesia yang memiliki peran sentral dalam mendorong kemajuan bangsa melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.
Sementara itu, Brian Yuliarto selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam laporannya mengatakan, “Kami melaporkan bahwa Sarasehan Kebangsaan hari ini diikuti lebih dari 2.600 peserta yang terdiri atas 219 rektor, 44 direktur perguruan tinggi vokasi, enam ketua perguruan tinggi, 1.596 dosen, ilmuwan, serta para peneliti termasuk dari BRIN sejumlah 300 peneliti. Kemudian, lebih dari 635 mitra kolaborasi perguruan tinggi dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.”
Menurut Brian, Sarasehan Kebangsaan KSTI bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, industri, dan masyarakat dalam meningkatkan pembangunan nasional.
