Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Tutup Selat Hormuz, Gencatan senjata Iran-AS terancam gagal buntut serangan Israel di Lebanon

M Rayhan Wildani K9 April 202613.03 WIB
Tutup Selat Hormuz, Gencatan senjata Iran-AS terancam gagal buntut serangan Israel di Lebanon

SUARBERITA.COM - Kondisi Timur Tengah kembali memanas setelah penutupan kembali Selat Hormuz buntut serangan Israel pada Lebanon Rabu (8/4) waktu setempat. Hal ini menimbulkan kehawatiran dunia akan gencatan senjata yang telah di sepakati antara AS dan Iran. Dilansir dari DetikNews Penutupan Selat Hormuz dilakukan kembali sebagai bentuk respon dari Iran terhadap melebarnya serangan Israel ke Lebanon yang mengakibatkan ratusan orang tewas.

 

Melaui platform dia X, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghci menulis soal kejelasan gencatan senjata Iran-AS yang harus di tentukan oleh AS.

“Syarat-syarat gencatan senjata Iran-AS jelas dan eksplisit: AS harus memilih gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel. AS tidak dapat memilih keduanya,” tulis Perdana Menteri Iran.

“Dunia melihat pembataian di Lebanon,” bola ada di tangan AS, dan dunia sedang mengamati apakah AS akan bertindak sesuai komitmennya,” tulis Araghchi.

 

Teheran menilai adanya pelanggaran kesepakatan dalam proposal damai oleh AS terkait serangan Israel ke Lebanon, aktivitas drone AS di wilayah Iran, hingga penolakan AS terkait hak pengayaan uranium Iran untuk kepentingan damai.

 

Hal ini membuat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memberikan penegasan terkait konflik di Lebanon yang merupakan kesepakatan tak terpisahkan. Namun, AS dan Israel menganggap Lebanon bukan termasuk dari bagian kesepakatan. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyebutkan tentang respon yang akan menimbulkan penyesalan apabila serangan terhadap Lebanon terus berlanjut.

 

“Kami menyampaikan peringatan keras terhadap Amerika Serikat yang ingkar janji dan mitra Zionisnya dalam pembantaian. Jika agresi terhadap Lebanon tercinta tidak segera dihentikan, kami akan menunaikan kewajiban kami dan melancarkan respons yang menimbulkan penyesalan bagi para agresor jahat di kawasan,” laporan dari Lembaga Penyiaran Negara Iran IRIB.

 

 

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!