SUARBERITA.COM – Perusahaan ritel fashion ternama asal Swedia bernama H&M atau singkatan dari Hennes & Mauritz akan menutup 160 gerai offline pada tahun 2026. Keputusan ini menjadi rencana besar perusahaan yang berdiri sejak tahun 1947 untuk memprioritaskan bisnis secara online melalui e-commerce dan mengoptimalkan gerai offline unggulan.
Dilansir dari Kompas, penutupan toko sempat berdampak pada kinerja penjualan H&M di awal tahun karena penyesuaian operasional dengan jumlah toko yang lebih sedikit. Kebijakan ini memiliki tujuan untuk memperkuat penjualan digital dan memaksimalkan keuntungan dari kinerja toko unggulan di beberapa negara.
Lebih lanjut, H&M menjelaskan bahwa penjualan secara online telah menyumbang pendapatan perusahaan sekitar 30 persen. H&M juga ingin memberikan kemudahan kepada pelanggan agar dapat membeli produk melalui toko, laman resmi, media sosial, dan marketplace. Selain itu, H&M turut mendukung perubahan kebiasaan belanja seiring dinamika global.
Sementara itu, H&M menilai kebijakan ini tepat dilakukan di tengah zaman yang makin modern dengan didukung modernisasi secara digital. Tren dunia sekarang pun menunjukkan perubahan dari transaksi secara luring menjadi daring. H&M berharap agar kebijakan ini dapat diterima oleh pelanggannya di seluruh dunia.

