Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Tujuh Hari Perang: 2.000 Target Dihantam, Pertahanan Udara Negara Teluk Kewalahan

Dwipa S8 Maret 202616.55 WIB
Tujuh Hari Perang: 2.000 Target Dihantam, Pertahanan Udara Negara Teluk Kewalahan - Foto 1
1/3

DUBAI / KUWAIT CITY / MANAMA / DOHA — 4 Maret 2026. Empat hari setelah dimulainya konflik, negara-negara Teluk menghadapi serangan rudal dan drone Iran yang masif sebagai balasan atas serangan AS-Israel. Sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sebagian besar ancaman, meski beberapa hantaman lolos.

Menurut data per 4 Maret 2026 dari Al Jazeera Live Tracker dan Breaking Defense, UAE mencegat 165 rudal balistik, 2 rudal jelajah, serta 541 drone, dengan 35 drone tembus wilayah. Kuwait mencegat 97 rudal balistik dan 283 drone, meski Pangkalan Ali Al Salem dihantam. Bahrain mencegat 45 rudal dan 9 drone, dengan markas AL-5 serta bandara terdampak. Qatar mencegat 18 rudal dan drone, sementara Al Udeid AFB kena rudal. Yordania mencegat 49 drone dan 13 rudal balistik tanpa korban dilaporkan. Saudi Arabia mengklaim sukses mencegat di Riyadh dan Provinsi Timur, meski kilang minyak Ras Tanura diserang drone.Dikutip dari Adm. Brad Cooper, Panglima CENTCOM, dalam briefing Tampa 5 Maret 2026 (Stars and Stripes), serangan AS menghantam hampir 2.000 target di Iran dalam 72 jam, menurunkan tembakan rudal Iran 90% dan drone 83%. Iran meluncurkan total 500 rudal dan 2.000 drone dalam empat hari pertama.

Dikutip dari Gulf News, 4 Maret 2026, target AS mencakup fasilitas udara, komando IRGC, peluncur rudal, dan infrastruktur angkatan laut, dengan 900 sorti dalam 12 jam pertama menggunakan AI.

Serangan Iran menyasar simbol kemewahan seperti Palm Jumeirah di Dubai, di mana drone Shahed-136 menyebabkan bola api (TIME, 3 Maret 2026). Bandara Dubai dan Zayed ditutup, ribuan penerbangan dibatalkan. Negara Teluk, tuan rumah basis AS, menjadi "sandera" perang tanpa pilihan. Dikutip dari Breaking Defense, 3 Maret 2026, mereka mengaktifkan pertahanan sipil luas, termasuk peringatan berlindung dan penutupan sekolah.

Paradoks muncul: negara-negara yang membeli senjata AS miliaran dolar kini jadi arena perang, dengan bandara tutup dan warga berlindung di bunker.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!