DUBAI / KUWAIT CITY / MANAMA / DOHA — 4 Maret 2026. Empat hari setelah dimulainya konflik, negara-negara Teluk menghadapi serangan rudal dan drone Iran yang masif sebagai balasan atas serangan AS-Israel. Sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat sebagian besar ancaman, meski beberapa hantaman lolos.
Menurut data per 4 Maret 2026 dari Al Jazeera Live Tracker dan Breaking Defense, UAE mencegat 165 rudal balistik, 2 rudal jelajah, serta 541 drone, dengan 35 drone tembus wilayah. Kuwait mencegat 97 rudal balistik dan 283 drone, meski Pangkalan Ali Al Salem dihantam. Bahrain mencegat 45 rudal dan 9 drone, dengan markas AL-5 serta bandara terdampak. Qatar mencegat 18 rudal dan drone, sementara Al Udeid AFB kena rudal. Yordania mencegat 49 drone dan 13 rudal balistik tanpa korban dilaporkan. Saudi Arabia mengklaim sukses mencegat di Riyadh dan Provinsi Timur, meski kilang minyak Ras Tanura diserang drone.Dikutip dari Adm. Brad Cooper, Panglima CENTCOM, dalam briefing Tampa 5 Maret 2026 (Stars and Stripes), serangan AS menghantam hampir 2.000 target di Iran dalam 72 jam, menurunkan tembakan rudal Iran 90% dan drone 83%. Iran meluncurkan total 500 rudal dan 2.000 drone dalam empat hari pertama.
Dikutip dari Gulf News, 4 Maret 2026, target AS mencakup fasilitas udara, komando IRGC, peluncur rudal, dan infrastruktur angkatan laut, dengan 900 sorti dalam 12 jam pertama menggunakan AI.

