SUARBERITA.COM - Tim bulu tangkis Tanah Air gagal melawan China dan Prancis, angkat koper massal menjadi kenyataan pahit yang harus diterima oleh pencinta olahraga bulu tangkis Indonesia. Langkah tim Merah Putih resmi terhenti total dalam turnamen Malaysia Masters 2026, menyusul kekalahan tragis dua tunggal putra yang menjadi tumpuan terakhir di babak perempat final.
Dilansir dari cnnindonesia.com, Sabtu (23/05/2026). Kegagalan prestasi ini dipastikan setelah pukulan Christo Popov masuk ke area permainan Moh Zaki Ubaidillah. Pebulu tangkis yang akrab disapa Ubed itu menyerah di tangan wakil Prancis dan menjadi harapan pamungkas yang gugur. Sebelum nestapa Ubed terjadi, tunggal putra andalan Jonatan Christie juga dipaksa bertekuk lutut setelah ditaklukkan oleh pemain muda China, Hu Zhe An.
Ketiadaan wakil di babak semifinal mengukir tinta hitam baru. Bagi skuad Garuda, ini adalah kegagalan pertama tanpa mengirimkan satu pun wakil ke semifinal dalam turnamen BWF World Tour di atas level Super 300 musim ini. Fakta ini memperpanjang rapor merah PP PBSI setelah akhir April lalu tim beregu putra Indonesia mencatatkan sejarah kelam gagal lolos dari fase grup Thomas Cup 2026.
Dari total 15 wakil yang dikirim ke Malaysia Masters, separuhnya langsung rontok sejak babak pertama. Sektor ganda putra yang biasanya menjadi juru selamat justru tampil biasa. Jawara Thailand Open pekan lalu, Leo Rolly Carnando, Daniel Marthin, langsung tersingkir di laga pembuka, diikuti kekalahan Muhammad Rian Ardianto, Rahmat Hidayat serta Putra Erwinsyah, Bagas Maulana. Tren negatif ini diperparah di babak kedua setelah Anthony Sinisuka Ginting beserta deretan ganda campuran seperti Jafar, Felisha dan Bobby, Melati ikut angkat koper.
Kehancuran massal di Malaysia Masters 2026 menjadi sinyal darurat bagi prestasi bulu tangkis Indonesia di kancah internasional. Evaluasi menyeluruh dan pembenahan mental bertanding harus segera dilakukan jika Indonesia tidak ingin kehilangan takhtanya sebagai salah satu kiblat bulu tangkis dunia.

