SUARBERITA.COM - Keheningan di Desa Tumbang Kalemei, Katingan, mendadak pecah oleh tragedi kelam. Upaya aparat kepolisian untuk membekuk gembong sabu berubah menjadi insiden berdarah yang merenggut nyawa tiga Bhayangkara saat menjalankan tugas negara.
Operasi penggerebekan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Katingan pada Rabu (1/7/2026) malam di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berakhir pilu. Awalnya direncanakan sebagai upaya penegakan hukum terhadap bandar narkotika, namun situasi berubah menjadi aksi penyerangan brutal.
Korban pertama yang gugur adalah Aipda Yudhie Perdana Putra, yang ditemukan dengan luka senjata tajam pasca-insiden. Sementara itu, dua rekan lainnya, Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana, sempat dinyatakan hilang dalam kekacauan tersebut.
Pencarian intensif yang dilakukan tim gabungan akhirnya menemukan jenazah Bripda Nopandri di Daerah Aliran Sungai (DAS) Katingan, tepatnya di seberang Desa Tumbang Lahang pada Sabtu (4/7/2026). Sehari berselang, Minggu (5/7/2026), jasad Aiptu Sumaryanto ditemukan di Sungai Desa Tumbang Kalemei.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Eko Hadi Santoso menyatakan "Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil diamankan. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang," tegas Eko. Dikutip dari Kompas, Senin (6/7/2026).
Insiden ini menyoroti bahaya nyata yang dihadapi aparat di lapangan. Sosok Aiptu Sumaryanto dikenal sebagai pribadi teladan dan rajin. Hingga kini, kepolisian masih terus memburu para pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan tersebut untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka.
Gugurnya tiga personel Satresnarkoba ini menjadi pengingat keras akan risiko tinggi dalam pemberantasan narkotika. Polri kini berfokus pada pengejaran pelaku serta evaluasi operasional. Semoga pengabdian mereka mendapatkan penghormatan setinggi-tingginya, sementara investigasi terus berjalan untuk memastikan keadilan bagi keluarga korban dan penegakan hukum yang tegas di wilayah Katingan.

