Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Tolak Usulan Gerbong Perempuan Pindah Tengah, AHY: Pentingnya Safety First daripada Gender

Muhammad Nadhif Firdausi30 April 202612.22 WIB
Tolak Usulan Gerbong Perempuan Pindah Tengah, AHY: Pentingnya Safety First daripada Gender

SUARBERITA.COM – Pasca kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek yang menabrak KRL Commuter Line Cikarang di Stasiun Bekasi Timur akibat signal error, sebelumnya KRL Commuter Line Cikarang menabrak taksi listrik Green SM yang berhenti di tengah rel kereta. Arifah Fauzi selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengusulkan pemindahan gerbong perempuan di posisi tengah dengan diimpit gerbong laki-laki di posisi depan dan belakang, tetapi ditolak oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.

Dilansir dari Kompas, AHY mengatakan, “Jadi, fokus kita bukan soal perempuan dan laki-laki, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first benar-benar bukan hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik.”

Lebih lanjut, AHY memahami kekhawatiran masyarakat karena posisi perempuan sebagai kelompok rentan justru memiliki risiko paling tinggi dalam kecelakaan sejenis. AHY juga telah menginstruksikan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan investigasi secara transparan kepada publik terkait kecelakaan yang baru saja terjadi. Dengan demikian, AHY menegaskan pentingnya safety first karena laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama sehingga tidak boleh menjadi korban kecelakaan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!