Jakarta —
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meninjau pembangunan sistem polder dan
rumah pompa Daan Mogot di Jakarta Barat, pada Selasa (3/2). Pembangunan ini
merupakan bagian dari upaya pengendalian banjir sekaligus memberi manfaat
langsung bagi masyarakat sekitar.
“Pembangunan
sistem polder dan rumah pompa di Daan Mogot merupakan langkah konkret kami
dalam mengatasi persoalan banjir yang selama ini terjadi. Kami ingin memastikan
sistem yang dibangun benar-benar berfungsi optimal dan berdampak langsung pada
pengurangan genangan,” ujar Gubernur Pramono.
Pembangunan
dilakukan di empat titik sepanjang Jalan Daan Mogot, tepatnya di Kelurahan
Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng.
Kawasan ini kerap terdampak genangan, terutama saat hujan dengan intensitas
tinggi.
“Wilayah di
sepanjang Jalan Daan Mogot, khususnya sisi utara jalan, menjadi prioritas
karena sering mengalami genangan. Oleh karena itu, pembangunan rumah pompa dan
saluran pendukung difokuskan untuk melindungi permukiman warga serta
infrastruktur di kawasan ini,” jelasnya.
Total kapasitas
pompa mencapai 11,5 meter kubik per detik yang berasal dari sejumlah rumah
pompa, yakni Pompa Depag, Pompa Daan Mogot KM 13, Pompa Daan Mogot KM 13A, dan
Pompa Daan Mogot KM 13B.
“Dengan kapasitas
total 11,5 meter kubik per detik, kami berharap air dapat segera dipompa keluar
saat terjadi hujan lebat. Kapasitas ini dirancang untuk mempercepat surutnya
genangan dan mengurangi risiko banjir di kawasan sekitarnya,” tambah Gubernur
Pramono.
Selain rumah
pompa, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun saluran pendukung guna
mengoptimalkan kinerja sistem polder. Saluran tersebut meliputi Saluran Gendong
sisi utara dan sisi selatan masing-masing sepanjang kurang lebih dua kilometer,
serta saluran penyeberangan (crossing) di Jalan Raya Daan Mogot.
“Saluran
pendukung ini berperan penting dalam mengarahkan aliran air menuju rumah pompa.
Dengan sistem aliran yang saling terhubung dan terintegrasi, air dari
titik-titik genangan dapat ditangani secara lebih cepat dan efisien,” ungkap
Gubernur Pramono.
Pembangunan
sistem polder dan rumah pompa Daan Mogot diharapkan menurunkan beban debit air pada
Sistem Polder Cengkareng serta Polder Kapuk Poglar, sehingga kapasitas
tampungan di kedua sistem tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

