Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Tim Gabungan Padamkan Karhutla Gambut Aceh Selatan Seluas 28 Hektare dalam 10 Hari Kerja, Dalkarhut Lanjutkan Pemantauan Cegah Api Kembali Muncul

Abd Munib16 Juli 202621.00 WIB
Tim Gabungan Padamkan Karhutla Gambut Aceh Selatan Seluas 28 Hektare dalam 10 Hari Kerja, Dalkarhut Lanjutkan Pemantauan Cegah Api Kembali Muncul

SUARBERITA.COM - Tim gabungan berhasil memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan gambut Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan. Operasi pemadaman berlangsung selama 10 hari kerja untuk mengendalikan api yang membakar area seluas 28 hektare.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan seluruh titik api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan. Namun, pengawasan pascakebakaran tetap dilakukan untuk mencegah munculnya kembali titik panas.

"Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Seuneubok Pusaka, Kecamatan Trumon Timur, Kabupaten Aceh Selatan, kami nyatakan padam total. Operasi pemadaman berlangsung selama 10 hari kerja," ungkap Ferdian dikutip dari Metrotvnews, Kamis (16/7/2026).

Dalam operasi tersebut, Balai Dalkarhut Wilayah Sumatra mengerahkan satu regu Manggala Agni Daops Sumatra I/Sibolangit. Pemadaman juga melibatkan personel Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh serta karyawan perusahaan perkebunan di sekitar lokasi.

Karhutla terjadi di kawasan gambut dengan fungsi lahan berupa Hak Guna Usaha (HGU) dan kawasan konservasi. Vegetasi yang terbakar meliputi anakan kayu, semak belukar, tanaman pakis, hingga sawit.

Sebelumnya, kebakaran mulai terjadi pada Senin (6/7/2026) dengan luas sekitar 20 hektare. Luasan area terbakar kemudian bertambah menjadi 28 hektare akibat kondisi lahan gambut yang sulit dipadamkan.

Selama proses pemadaman, petugas menghadapi kendala berupa keterbatasan sumber air. Kanal yang tersedia di lokasi sempat mengering, sementara titik api menyebar membentuk kantong-kantong bara di kawasan gambut.

Setelah api berhasil dipadamkan, tim Dalkarhut akan melanjutkan pemantauan dan memastikan kondisi lahan tetap aman. Personel Manggala Agni selanjutnya melakukan demobilisasi untuk mendukung penanganan karhutla di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

Langkah pemantauan menjadi bagian penting karena lahan gambut memiliki potensi kebakaran berulang, terutama saat musim kemarau. Pemerintah memastikan upaya pencegahan dan kesiapsiagaan tetap berjalan untuk mengantisipasi munculnya kembali api di wilayah rawan karhutla.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!