Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Tiga Implikasi Merosotnya Kurs Rupiah bagi Sektor Pasar Modal

Moh Wasil Haqqullah18 Mei 202609.30 WIB
Tiga Implikasi Merosotnya Kurs Rupiah bagi Sektor Pasar Modal

SUARBERITA.COM - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami tekanan hingga menembus level psikologis baru di angka Rp17.600 pada pertengahan Mei 2026. Pelemahan ini dipicu oleh kokohnya perekonomian AS yang membuat Bank Sentral AS (The Fed) diprediksi mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu lama. Kondisi defisit mata uang domestik ini pun langsung membawa dampak signifikan bagi dinamika investasi di pasar modal Indonesia.

Fund Manager Syailendra Capital, Rendy Wijaya, memaparkan tiga jalur utama bagaimana depresiasi rupiah menekan pasar saham. Pertama, bagi investor asing, merosotnya rupiah otomatis memangkas nilai imbal hasil (yield) saat dikonversi kembali ke mata uang dolar, sehingga memicu sikap yang lebih berhati-hati.

Kedua, dari sisi emiten, biaya operasional korporasi yang bergantung pada bahan baku impor atau memiliki utang dalam valuta asing akan membengkak, yang pada akhirnya menggerus margin keuntungan perusahaan.

Ketiga, pelemahan mata uang lokal ini membatasi ruang bagi Bank Indonesia untuk melonggarkan kebijakan moneter, bahkan berisiko memicu pengetatan suku bunga jika inflasi dalam negeri merangkak naik.

Lebih lanjut dia mengatakan "Hal ini bisa membuat investor lebih berhati-hati terhadap aset rupiah." Dikutip dari liputan6.com, Minggu (17/05/2026).

Akibat rentetan sentimen tersebut bersamaan dengan data inflasi AS yang tinggi, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam sebesar 3,53% ke level 6.723,32, disertai aksi jual bersih (net sell) investor asing senilai Rp3,21 triliun dalam sepekan.

Penurunan nilai tukar rupiah menciptakan lanskap investasi yang menantang di pasar keuangan domestik. Di tengah ketidakpastian global ini, investor disarankan untuk lebih selektif dengan melirik emiten berbasis ekspor atau komoditas yang pendapatan utamanya menggunakan mata uang dolar AS karena dinilai lebih mampu bertahan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!