Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Sosial

Tahun Baru Islam 1448 H, Seskab Teddy Ajak Masyarakat Muhasabah dan Perbaiki Diri

Abd Munib17 Juni 202614.00 WIB
Tahun Baru Islam 1448 H, Seskab Teddy Ajak Masyarakat Muhasabah dan Perbaiki Diri

SUARBERITA.COM - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengajak masyarakat menjadikan pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai momentum untuk bermuhasabah dan memperbaiki diri. Menurutnya, pergantian tahun dalam kalender Hijriah selain penanda waktu sekaligus kesempatan melakukan introspeksi agar menjadi pribadi yang lebih baik.

Melalui unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy mengajak seluruh masyarakat memaknai Tahun Baru Islam sebagai awal perubahan positif dalam kehidupan pribadi maupun sosial.

“Mari kita jadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum untuk bermuhasabah diri agar menjadi pribadi yang lebih baik,” terang Teddy dikutip dari akun resmi sekretariat kabinet, Selasa (16/6/2026).

Seskab juga menyampaikan ucapan selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kepada umat Muslim. Dia berharap momentum tersebut membawa keberkahan, kedamaian, serta semangat baru bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

“Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan keberkahan dan kedamaian kepada kita semua,” katanya.

Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak umat Islam menjadikan Tahun Baru Islam sebagai momentum transformasi diri dan sosial. Menurutnya, makna hijrah selain berkaitan dengan perpindahan fisik Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah juga berkaitan dengan perubahan cara pandang menuju kehidupan yang lebih inklusif dan berkeadaban.

Nasaruddin menjelaskan bahwa hijrah merupakan proses membangun masyarakat yang berlandaskan kasih sayang, kepemimpinan yang berwibawa, visi masa depan, serta ketaatan pada nilai-nilai moral. Dia menilai umat yang kuat lahir dari persatuan yang dibangun atas nilai-nilai tersebut.

“Kalau keempat unsur itu ada dalam satu komunitas, barulah layak disebut umat,” ujar Nasaruddin.

Menag juga mengajak umat Islam melakukan refleksi terhadap kondisi sosial saat ini dan menjadikan semangat hijrah sebagai landasan memperkuat persatuan dan kemaslahatan bersama.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!