Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Suhu Ekstrem Hantam Eropa, Korban Jiwa Tembus 1.300 Orang

Chaterina R30 Juni 202612.17 WIB
Suhu Ekstrem Hantam Eropa, Korban Jiwa Tembus 1.300 Orang

SUARBERITA.COM - Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa dalam beberapa pekan terakhir dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 1.300 kematian. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan angka tersebut sebagai kematian berlebih (excess deaths) yang tercatat sejak 21 Juni, seiring suhu tinggi yang melanda banyak negara di kawasan itu.

Menurut laporan yang dikutip dari Reuters, kondisi paling berat dirasakan di sejumlah negara Eropa bagian selatan dan tengah. Di Prancis, otoritas kesehatan mencatat sekitar 1.000 kematian tambahan selama periode puncak gelombang panas, dengan kelompok lansia menjadi yang paling rentan terdampak. Bahkan, layanan pemakaman di beberapa wilayah dilaporkan ikut mengalami tekanan akibat lonjakan jumlah kematian.

Sementara itu, Italia menetapkan peringatan panas tingkat tertinggi di puluhan kota. Kawasan Balkan juga menghadapi suhu ekstrem yang memicu kebakaran hutan dan gangguan aktivitas masyarakat. Di beberapa wilayah, suhu dilaporkan mendekati hingga melampaui 40 derajat Celcius.

Para ilmuwan menilai gelombang panas tahun ini diperparah oleh perubahan iklim yang dipicu aktivitas manusia. Suhu malam yang sangat tinggi disebut kini jauh lebih sering terjadi dibanding beberapa dekade lalu. Selain faktor iklim, keterbatasan infrastruktur pendingin di banyak wilayah Eropa juga memperbesar dampak terhadap kesehatan masyarakat.

Meski beberapa wilayah diperkirakan mulai mengalami penurunan suhu dalam beberapa hari ke depan, otoritas setempat masih mempertahankan status siaga karena risiko gelombang panas susulan dan dampak kesehatan yang belum sepenuhnya mereda.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!