SUARBERITA.COM - Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap potensi kenaikan harga pangan akibat kekeringan. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu produksi komoditas dan memicu tekanan inflasi dalam beberapa waktu mendatang.
Menkeu Suahasil Waspadai Inflasi Pangan - Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko inflasi pangan yang dapat meningkat akibat kondisi kekeringan yang masih berlangsung. Menurutnya, gangguan cuaca berpotensi memengaruhi hasil produksi sejumlah komoditas sehingga berdampak pada pergerakan harga di pasar.
Suahasil menjelaskan bahwa tingkat inflasi saat ini berada di kisaran 3,2 persen dan masih sesuai dengan sasaran yang ditetapkan Bank Indonesia. Ia menilai inflasi inti maupun kelompok harga yang diatur pemerintah masih dalam kondisi terkendali.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa sektor pangan tetap harus menjadi perhatian utama. “Yang perlu kita waspadai adalah volatile food karena sedang dalam kekeringan. Jadi memang harus kita waspadai terus ke depannya, seperti apa produksi barang-barang kita,” ujar Suahasil di kutip dari Liputan 6, Selasa (3/11/2026).
Ia menambahkan pemerintah terus memperkuat koordinasi antarlembaga guna menjamin ketersediaan pasokan pangan dan memantau perkembangan harga komoditas secara berkelanjutan. “Pangan kita yang harganya itu memang mesti kita perhatikan terus-menerus,” katanya.
Mengenai kemungkinan dampak inflasi terhadap pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026, Suahasil menyatakan pemerintah masih menunggu rilis data resmi pertumbuhan ekonomi yang akan diumumkan dalam waktu dekat. “Nanti kita lihat pertumbuhan ekonomi kan minggu ini diumumkan, ya. Kita lihat angkanya,” pungkasnya.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan produksi dan harga pangan guna menjaga stabilitas inflasi. Langkah koordinasi dinilai penting agar dampak kekeringan tidak mengganggu perekonomian nasional secara berkelanjutan.

