SUARBERITA.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengakui kualitas pendidikan di Indonesia memiliki kekurangan dan masalah besar berdasarkan skor Programme for International Student Assessment (PISA). Walau Indonesia memiliki banyak kuantitas sekolah dan universitas, masih banyak fasilitas pendidikan yang kurang baik dari segi kualitas.
Dilansir dari tvOne, Presiden Prabowo dalam arahan kepada 150 periset di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (6/8) mengatakan, “Nah, jadi, kadang-kadang fakta menyakitkan. Katanya sekarang ada suatu survei, survei namanya PISA di mana membandingkan kualitas pendidikan berbagai negara. Kita termasuk tidak terlalu bagus, ya, ternyata.”
Lebih lanjut, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia masih tertinggal dengan negara di Asia Tenggara maupun negara maju di Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. Menurut Prabowo, fakta ini menjadi pemacu untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia.
“Jadi, skor PISA membaca, skor kita tadi kalau Anda lihat di situ, hanya sedikit di atas Filipina. Kita masih di bawah Thailand, di bawah Malaysia, di bawah Belanda, di bawah Vietnam, di bawah rata-rata OECD, di bawah Jepang, di bawah Singapura,” ujar Presiden Prabowo.
Sementara itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa wilayah Indonesia dengan beragam geografis yaitu negara kepulauan membuat tantangan dalam pemerataan kualitas pendidikan khususnya di wilayah perbatasan. Meski demikian, Presiden Prabowo menginstruksikan peningkatan kualitas pendidikan dan kemudahan mobilitas untuk mendukung kemajuan sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
“Ini tidak boleh alasan bahwa kita menilai bahwa kita tidak perlu kejar ketertinggalan. Ini saya sampaikan ini yang saya katakan realita,” pungkas Presiden Prabowo.

