SUARBERITA.COM - Seorang Awak Mobil Tangki (AMT) di Medan mengklarifikasi bahwa tidak ada pemogokan kerja dalam operasional distribusi BBM, melainkan terdapat kendala lain yang memicu berkurangnya penyaluran ke SPBU.
Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Sumatera Utara memicu berbagai spekulasi. Menanggapi situasi tersebut pada Rabu (15/7/2026), seorang Awak Mobil Tangki (AMT) yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan, "AMT ready semua ya. Enggak ada itu yang katanya mogok kerja." Dilansir dari Kompas, Jum'at (17/7/2026). Ia menjelaskan bahwa para pengemudi dan armada tetap bersiaga, bahkan mendapatkan bantuan personel dari wilayah Aceh.
Menurut narasumber tersebut, persoalan utama terletak pada pengurangan volume alokasi jenis Pertalite ke Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Ia menduga adanya pembatasan kuota demi mendorong konsumen beralih ke Pertamax. Selain itu, ia menyoroti potensi manipulasi saat proses pembongkaran muatan di SPBU serta praktik pelangsiran Solar subsidi untuk sektor industri.
Di sisi lain, perwakilan manajemen Pertamina, Sunardi, menegaskan operasional distribusi di Medan Group tetap berjalan baik meski terjadi penurunan ritase. Untuk mengatasinya, perusahaan telah mengerahkan mobil tangki spot charter dan mendatangkan AMT tambahan. Terkait dengan keluhan perbedaan upah pekerja, Sunardi menyebutkan bahwa langkah yang diambil saat ini adalah pembenahan manajemen transportasi berbasis kinerja, bukan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Pertamina memproyeksikan pasokan BBM di Sumut akan kembali normal sepenuhnya pada Sabtu (18/7/2026).
Berdasarkan fakta di lapangan, baik pihak awak tangki maupun Pertamina sepakat membantah adanya mogok kerja massal. Kendati demikian, terdapat perbedaan pandangan mengenai akar masalah kelangkaan. Pihak pekerja menengarai adanya pembatasan kuota BBM subsidi, sedangkan pihak Pertamina berfokus pada pembenahan manajemen transportasi untuk menormalisasi pasokan.

