Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

SMKN 4 Samarinda Ungkap Kronologi Kematian Siswa, Sepatu Sempit Bukan Penyebab

Ulfa Safira6 Mei 202620.20 WIB
SMKN 4 Samarinda Ungkap Kronologi Kematian Siswa, Sepatu Sempit Bukan Penyebab

SUARBERITA.COM - Kabar duka datang dari dunia pendidikan. Seorang siswa SMK Negeri 4 Samarinda, Mandala Rizky Saputra, meninggal dunia setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan yang diawali dengan pembengkakan pada kaki di Samarinda, Kalimantan Timur.

Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak sekolah, Mandala sebelumnya mengeluhkan pusing dan mengalami pembengkakan di bagian kaki. Saat itu, ia tengah menjalani praktik kerja lapangan sebagai pramuniaga yang menuntut aktivitas berdiri dalam waktu lama. Ia juga diketahui menggunakan sepatu yang ukurannya lebih kecil, namun hal tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.

“Sepatu bukan penyebab kematian,” tulis SMK Negeri 4 Samarinda melalui akun Instagram @smkn4_samarinda.

Sejak akhir Maret 2026, kondisi Mandala semakin menurun hingga tidak lagi masuk sekolah dan lebih banyak beristirahat di rumah. Keluhan terkait sepatu sebenarnya sempat disampaikan kepada ibunya, tetapi tidak diteruskan ke pihak sekolah. Informasi tersebut baru diketahui sekolah saat kunjungan kedua pada 23 April 2026.

Selama Mandala sakit, pihak sekolah telah beberapa kali memberikan bantuan, mulai dari dana tunai, makanan, penyaluran zakat, hingga membantu pengurusan BPJS. Sekolah juga merencanakan bantuan lanjutan berupa pembelian sepatu serta penanganan medis.

Namun, berdasarkan keterangan keluarga, Mandala tidak pernah dibawa ke fasilitas layanan kesehatan selama sakit. Penanganan yang dilakukan hanya secara mandiri di rumah menggunakan obat oles dan suplemen. Pihak sekolah juga menemukan bahwa informasi kondisi sakit yang sebelumnya disampaikan tidak sepenuhnya sesuai, yang baru terungkap saat kunjungan pada 1 Mei 2026.

“Agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat, kami ingin berbagi cerita kronologis kejadian ini dengan hati yang terbuka. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk mengenang dan memetik pelajaran bersama,”  tulis pihak sekolah

Hingga saat ini, belum ada diagnosis medis resmi yang memastikan penyebab meninggalnya Mandala. Peristiwa ini menjadi perhatian publik, terutama terkait pentingnya akses layanan kesehatan serta keterbukaan komunikasi antara keluarga dan pihak sekolah.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!