SUARBERITA.COM – Pemerintah terus menggenjot produksi energi nasional melalui realisasi proyek-proyek strategis hulu migas. SKK Migas memastikan bahwa sebanyak delapan proyek hulu migas ditargetkan mulai beroperasi atau 'onstream' sepanjang tahun 2026, dengan total nilai belanja modal (capex) yang fantastis.
Dilansir dari keterangan resmi SKK Migas yang dirangkum Katadata.co.id, kedelapan proyek tersebut menelan total investasi sebesar US$478 juta atau setara dengan Rp8,01 triliun (dengan asumsi kurs Rp16.775). Proyek-proyek ini diproyeksikan akan menambah kapasitas produksi minyak dan gas bumi secara signifikan bagi kebutuhan domestik.
Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, merinci bahwa proyek-proyek tersebut mencakup pengembangan fasilitas produksi di berbagai wilayah kerja. Salah satu yang paling dinantikan adalah fasilitas produksi Lapangan Sedingin North-1 milik PT Pertamina Hulu Rokan yang ditargetkan beroperasi pada kuartal IV 2026 dengan kapasitas produksi awal 325 barel minyak per hari (BOPD).
Dengan total tambahan produksi yang diperkirakan mencapai ribuan barel per hari, SKK Migas optimistis delapan ladang migas ini akan menjadi tulang punggung penguatan ketahanan energi di tengah ancaman geopolitik global. Investasi yang mengalir tidak hanya berdampak pada produksi, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan rantai pasok industri nasional.

