Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat di Malang, Sistem Asrama Jadi Tantangan Adaptasi

Abd Munib13 Mei 202609.03 WIB
Siswa Mundur dari Sekolah Rakyat di Malang, Sistem Asrama Jadi Tantangan Adaptasi
SUARBERITA.COM - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) di Kota Malang, Jawa Timur, kehilangan sejumlah peserta didik sejak awal tahun ajaran berjalan. Dari kuota awal 75 siswa, kini hanya tersisa 69 siswa yang bertahan mengikuti pembelajaran berbasis asrama.

Guru Sosiologi sekaligus Wakil Kepala Kurikulum SRMA, Hilwa Uchti Millinia, mengatakan sebagian siswa memilih keluar karena kesulitan beradaptasi dengan kehidupan berasrama. Menurutnya, perubahan pola hidup menjadi tantangan utama bagi siswa yang sebelumnya terbiasa tinggal bersama keluarga.

“Awalnya kuota 75 siswa, sekarang tersisa 69. Ada yang keluar karena tidak terbiasa berasrama, sakit, hingga kangen rumah,” ujar Hilwa dikutip dari suryamalang.com, Senin, (11/5/2026).

Dia menjelaskan, sistem asrama menuntut siswa untuk hidup mandiri dan berbagi ruang bersama teman sebaya. Kondisi tersebut tidak mudah dijalani seluruh siswa, terutama mereka yang belum pernah tinggal jauh dari orang tua.

“Tidak semua siswa terbiasa tidur bersama teman. Ada juga yang memilih kembali ke rumah karena persoalan keluarga dan ingin bekerja membantu ekonomi,” katanya.

Selain menghadapi persoalan adaptasi siswa, pihak sekolah juga dihadapkan pada tantangan membangun motivasi belajar. Sebagian peserta didik diketahui memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda, bahkan ada yang sempat lama putus sekolah sebelum bergabung di SRMA.

Meski jumlah siswa berkurang, pihak SRMA tetap melanjutkan proses pembelajaran dan pendampingan bagi siswa yang bertahan. Sekolah berharap para peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan pola pendidikan berasrama agar dapat menyelesaikan pendidikan hingga lulus.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!