SUARBERITA.COM - Langkah taktis diambil oleh Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang mengonsolidasikan jajaran menteri hingga pimpinan BUMN. Pertemuan yang digelar di Kantor Sekretariat Kabinet pada Jumat (22/5/2026) ini difokuskan untuk mempercepat pembebasan tanah bagi berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN).
Konsolidasi ini menjadi krusial mengingat lahan yang disiapkan akan menopang sejumlah proyek raksasa, salah satunya pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 GW. Selain infrastruktur energi alternatif, agenda ini juga mencakup realisasi kota satelit baru serta penataan pemukiman kumuh lewat pembangunan hunian vertikal.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi, seperti Nusron Wahid (Menteri ATR/Kepala BPN), Maruarar Sirait (Menteri PKP), Yuliot Tanjung (Wamen ESDM), Aminuddin Ma'ruf (Wakil Kepala BP BUMN), serta Dirut KAI Bobby Rasyidin dan Dirut PTPN Denaldy Mauna.
Dalam keterangan resminya, Teddy menegaskan pentingnya kolaborasi antarinstitusi. "Pertemuan tersebut membahas koordinasi lintas kementerian dan BUMN dalam penyiapan lahan bagi program strategis nasional," jelasnya. Dikutip dari liputan6.com Sabtu (23/05/2026).
Dirinya menambahkan bahwa langkah kilat ini merupakan bentuk pengejawantahan dari instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto agar dampak pembangunan segera dirasakan masyarakat. "Sesuai keinginan Bapak Presiden, setiap program yang telah diputuskan harus diupayakan sesegera mungkin dan berdampak cepat bagi masyarakat," tambah Teddy.
Rapat koordinasi lintas sektor ini sengaja dibentuk sebagai wadah evaluasi guna mengurai kendala birokrasi di lapangan secara cepat dan legal. Teddy menggarisbawahi, "Sinergi dan koordinasi langsung para pengambil keputusan antarinstansi diperlukan guna menghasilkan target penyelesaian yang cepat dan memenuhi hal-hal serta masalah yang perlu diselesaikan sesuai dengan aturan yang ada." Melalui sinergitas ini, pemerintah optimistis target pengerjaan PSN dapat berjalan tepat waktu.

