SUARBERITA.COM - Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) akan diterjunkan untuk mendampingi pembinaan karakter dan kedisiplinan siswa di 178 Sekolah Rakyat yang tersebar di berbagai daerah. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Sosial (Kemensos) dan Mabes TNI sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik di lingkungan sekolah berasrama.
Komandan Jenderal Akademi TNI, Letjen TNI R Sidiharta Wisnu Graha, mengatakan para taruna yang diterjunkan berasal dari tingkat I dan II. Mereka nantinya akan mendampingi siswa sekaligus membantu membangun kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari di asrama.
"Nanti kami siapkan 1.000 orang, itu termasuk pengasuhnya taruna. Jadi nanti taruna yang kami kirim itu tingkat I dan tingkat II," ujar Wisnu dalam siaran pers Kementerian Sosial, dikutip Jumat (26/6/2026).
Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, jajaran Mabes TNI, dan Akademi TNI di Kantor Kemensos, Jakarta. Saat ini, kedua pihak masih menyusun skema pelaksanaan sebelum program dimulai pada awal Agustus 2026.
Selama masa pendampingan, para taruna akan membimbing siswa dalam berbagai kebiasaan sederhana yang diharapkan menjadi bagian dari pembentukan karakter, seperti menjaga kerapian kamar, merapikan lemari pakaian, menyetrika seragam, hingga menyemir sepatu.
Dilansir dari kompas, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan pembinaan tersebut juga merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar siswa Sekolah Rakyat memiliki karakter disiplin dan bertanggung jawab.
"Nanti rencananya di tiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna. Lima taruna yang akan membimbing, baik siswa maupun guru-gurunya dalam masalah kerapian," kata Agus.
Menurut Agus, pembinaan dibutuhkan untuk membantu para siswa beradaptasi dengan lingkungan baru di Sekolah Rakyat. Ia menilai perubahan kebiasaan sehari-hari menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk karakter peserta didik.
"Sejak awal Pak Menteri itu justru untuk mendisiplinkan dari habitat lama ke habitat baru di Sekolah Rakyat memang butuh pembinaan," ujarnya.
Pemerintah menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam program ini berfokus pada pembentukan karakter, kedisiplinan, dan semangat kebersamaan. Setelah menjalani pembinaan dasar, para siswa juga akan mengikuti pelatihan lain yang mendukung proses belajar di Sekolah Rakyat.
"Kalau kemudian ke depan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu sesuai Inpres Nomor 8 Tahun 2025," tambah Agus.
Melalui pendampingan tersebut, pemerintah berharap para siswa tidak hanya memperoleh pendidikan akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang lebih disiplin, mandiri, serta siap menghadapi kehidupan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
