Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
Bola

Serba-Serbi Selama Piala Dunia 2026 dari 12 Juni-19 Juli 2026: Dampak Budaya, Ekonomi, dan Sosial di Luar Lapangan

Dwipa S21 Juli 202614.50 WIB
Serba-Serbi Selama Piala Dunia 2026 dari 12 Juni-19 Juli 2026: Dampak Budaya, Ekonomi, dan Sosial di Luar Lapangan - Foto 1
1/3

SUARBERITA.COM - Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada 12 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tidak hanya menyuguhkan persaingan sengit di lapangan. Turnamen dengan format 48 tim dan 104 pertandingan ini juga meninggalkan beragam cerita di luar sepak bola, mulai dari hiburan, dampak ekonomi, hingga isu sosial dan lingkungan.

Dikutip fifa.com (19/07/2026), dari sisi hiburan menjadi salah satu sorotan utama. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, final Piala Dunia menghadirkan half time show bergaya Super Bowl. Penampilan Madonna, Shakira bersama Burna Boy, BTS, Justin Bieber, hingga kolaborasi The Muppets dengan orkestra di bawah arahan Gustavo Dudamel sukses memukau miliaran penonton. Closing ceremony dan opening ceremony yang menampilkan Robbie Williams, Post Malone, serta Jennifer Hudson juga menjadi perbincangan hangat di media sosial. Acara ini dikuratori Chris Martin dari Coldplay dan mendukung FIFA Global Citizen Education Fund.

Dikutip dari bbc.com (5/7/2026), dari sisi ekonomi, tiga negara tuan rumah mencatatkan lonjakan signifikan. Kota-kota seperti New York, Los Angeles, Toronto, dan Mexico City dipadati wisatawan. FIFA Fan Festival di berbagai lokasi menjadi pusat keramaian dengan konser dan kuliner lokal. FIFA melaporkan dampak ekonomi turnamen mencapai puluhan miliar dolar dan menarik jutaan pengunjung internasional.

DIkutip dari nytimes.com (1/7/2026), dari sisi Isu sosial dan lingkungan juga mewarnai edisi ini. Inisiatif hijau seperti penggunaan energi terbarukan di stadion dan program reboisasi diapresiasi. Namun kritik tetap muncul terkait emisi perjalanan dan isu hak asasi di beberapa venue. Kehadiran tokoh publik seperti Presiden AS Donald Trump dan aktor Tom Cruise di final menambah dimensi politik dan budaya pada turnamen.

Secara keseluruhan, Piala Dunia 2026 menjadi perayaan global yang memadukan olahraga, musik, ekonomi, dan isu kemanusiaan. Warisan turnamen ini diprediksi akan bertahan lama setelah peluit akhir di New York New Jersey Stadium.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!