SUARBERITA.COM - Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) mengapresiasi kinerja Perum Bulog dalam menyerap hasil panen dalam negeri. Hingga saat ini, Bulog telah menyerap lebih dari 3,9 juta ton setara beras atau mencapai 99 persen dari target penugasan pemerintah sebesar 4 juta ton.
Direktur Pengelolaan Perum BP BUMN M Khoerur Roziqin mengatakan capaian tersebut menunjukkan komitmen Bulog dalam menjalankan perannya menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi petani.
"BP BUMN mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran Perum Bulog. Capaian serapan yang hampir menyentuh 100 persen ini menunjukkan komitmen Perum Bulog untuk hadir bagi petani," ujar Khoerur dikutip dari Antara, Senin (21/9/2026).
Serapan tersebut berasal dari 7,7 juta ton gabah kering panen (GKP) dan 35,8 ribu ton beras. Penyerapan hasil panen tersebut menjadi bagian dari pengadaan pangan dari dalam negeri untuk memperkuat cadangan beras pemerintah.
"Setiap ton gabah yang diserap berarti kepastian pasar dan harga bagi petani, sekaligus memperkuat cadangan beras pemerintah," katanya.
Selain menyerap hasil panen, Bulog juga menjalankan fungsi penyaluran pangan kepada masyarakat. Hingga kini, lebih dari 810 ribu ton beras telah disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), atau mencapai 98 persen dari target 828 ribu ton.
Menurut Khoerur, SPHP berperan dalam menjaga keterjangkauan harga beras di tingkat konsumen. Bulog juga telah menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan periode Februari-Maret 2026 dengan tingkat penerimaan mencapai 99,7 persen.
Dalam periode tersebut, sebanyak 662 ribu ton beras dan 133 ribu liter minyak goreng diterima oleh Penerima Bantuan Pangan (PBP). Sementara itu, penyaluran Bantuan Pangan periode Juli-September 2026 telah mencapai 682 ribu ton atau 68,44 persen dari pagu 997 ribu ton.
Bulog selanjutnya mendapat penugasan menyalurkan Bantuan Pangan periode Oktober-Desember 2026 dengan rencana distribusi 997 ribu ton beras. Penugasan tersebut diarahkan untuk membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas harga pangan hingga akhir tahun.
BP BUMN menyatakan akan terus mengawal pelaksanaan penugasan tersebut. Dukungan juga diberikan agar penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
"BP BUMN akan terus mendukung Perum Bulog dalam menjalankan perannya sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional, demi mewujudkan swasembada pangan," ucapnya.
Kinerja Bulog, kata Khoerur, tidak terlepas dari sinergi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Kementerian Keuangan, Badan Pangan Nasional, TNI, dan Polri.

