Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Serangan Udara Masif: Ukraina Terbangkan Ratusan Drone ke Wilayah Rusia

Ulfa Safira20 Mei 202615.00 WIB
Serangan Udara Masif: Ukraina Terbangkan Ratusan Drone ke Wilayah Rusia

SUARBERITA.COM - Ketegangan antara Ukraina dan Rusia kembali memuncak setelah berakhirnya masa gencatan senjata. Menanggapi gempuran bertubi-tubi dari pihak lawan, Kyiv melancarkan salah satu operasi udara terbesar sepanjang konflik dengan mengirimkan ratusan pesawat tanpa awak (drone) ke wilayah kedaulatan Rusia.

Pada Sabtu malam, militer Ukraina mengerahkan hampir 600 drone dalam sebuah serangan balasan yang masif. Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim berhasil melumpuhkan sebagian besar ancaman tersebut, dengan merontokkan 556 drone menggunakan sistem pertahanan udara dan menetralisir 30 unit lainnya setelah fajar.

Gubernur wilayah Moskow, Andrey Vorobyov mengkonfirmasi bahwa "Seorang wanita tewas akibat serangan UAV yang menghantam sebuah rumah pribadi. Satu orang lagi terjebak di bawah reruntuhan," dikutip melalui kompas.com

Meski banyak yang berhasil dicegat, serbuan ini tetap menimbulkan dampak signifikan di 14 wilayah Rusia, termasuk semenanjung Krimea serta kawasan sekitar Moskow dan Belgorod. Pihak berwenang setempat melaporkan adanya korban jiwa akibat puing-puing drone yang jatuh menimpa bangunan warga. Di wilayah Moskow, tiga orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya luka-luka.

Selain merusak beberapa rumah tinggal, reruntuhan juga mengenai pekerja konstruksi di sekitar area kilang minyak, meski operasional energi dilaporkan tidak sampai terganggu. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menegaskan bahwa penargetan pos militer dan fasilitas energi Rusia merupakan langkah balasan yang sepenuhnya dapat dibenarkan demi melindungi negaranya.

Serangan drone skala besar ini membuktikan komitmen Ukraina untuk terus memberikan perlawanan sengit di jantung pertahanan Rusia. Dengan jalur diplomasi yang kian buntu serta perhatian internasional yang mulai terpecah, konflik kedua negara diperkirakan akan terus berjalan dalam eskalasi yang tinggi.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!