Suar Berita
News

Serangan Drone Rusia di Stasiun Dnipro Memperlihatkan Rentannya Transportasi Publik di Tengah Perang Ukraina

Angelina Iskandar Saputri30 Oktober 202612.00 WIB
Serangan Drone Rusia di Stasiun Dnipro Memperlihatkan Rentannya Transportasi Publik di Tengah Perang Ukraina
Ilustrasi

SUARBERITA.COM - Serangan terhadap stasiun kereta di Dnipro, Ukraina, pada Kamis (29/10/2026) memperlihatkan bagaimana konflik bersenjata dapat mengancam fasilitas transportasi yang digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah drone bermesin jet menghantam peron stasiun utama Dnipro ketika kereta komuter tengah bersiap berangkat menuju Zaporizhzhia. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 14 orang dan melukai 14 lainnya. Peristiwa ini memperlihatkan bahwa masyarakat yang sedang melakukan perjalanan untuk bekerja, mengunjungi keluarga, maupun memenuhi kebutuhan sehari-hari tetap menghadapi risiko serangan di tengah konflik yang berlangsung.

Dampak serangan tersebut tidak hanya terlihat dari jatuhnya korban di stasiun kereta. Pada hari yang sama, serangan drone Rusia juga menyasar bus-bus kota di Zaporizhzhia dan menyebabkan enam orang terluka. Di Dnipro, serangan terhadap fasilitas lain turut memicu kebakaran di asrama mahasiswa dan menyebabkan sekitar 350.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik. Rangkaian peristiwa ini menunjukkan bahwa konflik bersenjata telah mengganggu berbagai fasilitas yang menopang aktivitas masyarakat, mulai dari transportasi hingga kebutuhan energi.

Situasi tersebut juga tergambar dari pengalaman penumpang yang berada di stasiun saat serangan terjadi. Svitlana Shcherbak, seorang perempuan berusia 67 tahun, berlindung di area bawah tanah stasiun setelah serangan berlangsung. Dalam wawancaranya dengan Reuters, ia mempertanyakan tujuan serangan yang menimbulkan korban di tengah masyarakat sipil. “Untuk apa? Tujuan apa yang ingin mereka capai? Saya benar-benar tidak memahaminya,” ungkap Svitlana sebagaimana dikutip dari Reuters (29/10/2026). Pengalaman tersebut menggambarkan ketidakpastian yang dihadapi warga ketika fasilitas publik yang biasa mereka gunakan tidak lagi memberikan rasa aman.

Peristiwa di Dnipro membuka perhatian terhadap pentingnya perlindungan fasilitas sipil dalam konflik bersenjata. Transportasi publik memiliki peran penting dalam menjaga mobilitas penduduk, menghubungkan wilayah, dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Ketika jaringan transportasi menjadi sasaran serangan, dampaknya dapat meluas hingga menghambat kehidupan sehari-hari warga. Kondisi ini memperkuat urgensi perlindungan masyarakat sipil dan infrastruktur publik sesuai prinsip hukum humaniter internasiona

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!