SUARBERITA.COM - Sebanyak 90 siswa SMK Kesehatan Nusantara Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur terpaksa menjalani pembelajaran daring setelah gedung sekolah mereka disegel akibat sengketa lahan. Penyegelan dilakukan sejak Senin (11/5/2026) dengan menggembok pintu utama dan memasang banner larangan masuk di area sekolah.
Akibat penutupan akses tersebut, para siswa tidak lagi bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar di ruang kelas. Hingga Sabtu (16/5/2026), proses belajar dilakukan dari rumah sambil menunggu kepastian penyelesaian konflik antara pihak sekolah dan pengklaim tanah.
Kepala SMK Kesehatan Nusantara Ahmad Mahfud mengatakan keputusan belajar daring dilakukan agar aktivitas pendidikan tetap berjalan meski sekolah tidak dapat digunakan. Dia mengaku pihak sekolah masih berupaya mencari tempat alternatif untuk pembelajaran tatap muka sementara.
“Ini hanya sementara waktu saja selama belum ada tempat yang layak,” kata Mahfud dikutip dari kompas.com, Sabtu (16/5/2026).
Mahfud menjelaskan, tanah yang ditempati sekolah disebut merupakan hibah dari H Muzakki kepada Yayasan Kunci Ilmu. Sekolah juga telah berdiri sejak 2011. Namun, hingga kini pihak sekolah masih kesulitan masuk ke gedung karena akses tetap ditutup.
“Kami usahakan dalam waktu dekat siswa bisa belajar tatap muka meski di luar kelas,” ujarnya.
Sementara itu, Arofatin Nisa’ yang menyegel sekolah mengklaim lahan tersebut merupakan miliknya berdasarkan sertifikat tanah yang terdaftar atas nama dirinya. Dia menyebut penyegelan dilakukan setelah dua kali somasi kepada pihak sekolah tidak diindahkan.
“Tanah itu sudah terjual karena memang milik saya,” kata Arofatin Nisa’.
Belum ada kepastian kapan segel sekolah akan dibuka. Para siswa kini harus tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh sambil menunggu penyelesaian sengketa lahan tersebut.

