Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

SEKOLAH DASAR MINAB DISERANG: 165 Anak Perempuan Tewas, Dunia Menuntut Pertanggungjawaban

Dwipa S8 Maret 202617.58 WIB
SEKOLAH DASAR MINAB DISERANG: 165 Anak Perempuan Tewas, Dunia Menuntut Pertanggungjawaban - Foto 1
1/2

MINAB, HORMOZGAN – Pada 28 Februari 2026, serangan rudal menghancurkan SD Shajareh Tayyebeh di Minab, Iran, menewaskan 165 siswi berusia 7-12 tahun. Insiden ini terjadi saat pelajaran pagi, dengan citra satelit Planet Labs menunjukkan gedung utuh pukul 10.23, sebelum runtuh total 22 menit kemudian.

Dikutip dari NBC News, 2 Maret 2026, seorang ibu bidan menerima panggilan sekolah: "Perang telah dimulai, jemput anak Anda." Namun, tiga rudal menghantam, meruntuhkan bangunan dan menimbun anak-anak. Wali kota Minab menyebutnya "double-tap strike," di mana rudal kedua menarget ruang salat tempat siswa berlindung.Dikutip dari Al Jazeera Digital Investigations Unit, 3 Maret 2026, analisis video Telegram dan geolokasi satelit mengonfirmasi serangan langsung ke sekolah sipil, bukan kompleks militer IRGC Sayyid al-Shuhada di dekatnya, yang telah terpisah lebih dari 10 tahun.

AS dan Israel menyangkal keterlibatan, dengan CENTCOM menyelidiki. Namun, dikutip dari NPR, 4 Maret 2026, pakar Jeffrey Lewis dari Middlebury College menyatakan serangan lebih mungkin dari AS karena lokasi dan presisi, sementara Corey Scher dari Oregon State University menyebutnya "centroid detonasi bersih."Reaksi global keras: Dikutip dari UN News – UNESCO, 1 Maret 2026, serangan ini melanggar hukum humaniter internasional, membahayakan hak pendidikan. Malala Yousafzai "hancur hati," dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan kecaman dunia.

Pemakaman massal pada 3 Maret dihadiri ribuan, dengan seorang ibu Atena berteriak: "Ini dokumen kejahatan Amerika." Dunia menuntut akuntabilitas atas jiwa-jiwa muda yang hilang.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!