SUARBERITA.COM - Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyambut positif penguatan nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir. Menurutnya, perbaikan tersebut menjadi sinyal awal yang baik bagi upaya pemulihan ekonomi nasional di tengah berbagai tekanan yang masih dihadapi pemerintah.
Rupiah yang sebelumnya sempat berada di level Rp18.141 per dolar AS pada perdagangan Selasa pagi, kembali menguat ke kisaran Rp17.912 per dolar AS pada Rabu pagi. Di saat yang sama, IHSG juga mencatat kenaikan 82,58 poin atau 1,44 persen ke level 5.829 pada awal perdagangan.
Melalui akun media sosial resminya, SBY menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga stabilitas ekonomi.
"Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik, a good beginning," tulis SBY dikutip akun resmi X-nya.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat itu menilai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi yang memadai untuk menghadapi tekanan ekonomi. Ia menilai langkah yang ditempuh pemerintah bersama Bank Indonesia berhasil menghentikan pelemahan rupiah dan pasar saham yang sebelumnya berlangsung cukup tajam.
"Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG," katanya.
SBY mengingatkan bahwa stabilisasi ekonomi perlu terus diperkuat melalui berbagai langkah strategis, mulai dari menjaga kesehatan APBN, mengendalikan utang pemerintah, menekan kenaikan harga barang dan jasa, hingga memulihkan kepercayaan investor. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi pemerintah yang efektif agar kebijakan yang diambil dapat dipahami masyarakat dan pelaku pasar.
Selain itu, SBY meminta pemerintah memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat yang paling terdampak kondisi ekonomi, termasuk akibat kenaikan harga BBM. Menurutnya, proses pemulihan ekonomi membutuhkan waktu dan dukungan publik yang kuat agar berbagai kebijakan yang dijalankan dapat memberikan hasil yang optimal.

