Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

RUSIA TERBUKTI BOCORKAN INTELIJEN KEPADA IRAN: Dimensi Baru Konflik Merembet ke Perang Dingin Baru

Dwipa S17 Maret 202622.47 WIB
RUSIA TERBUKTI BOCORKAN INTELIJEN KEPADA IRAN: Dimensi Baru Konflik Merembet ke Perang Dingin Baru - Foto 1
1/3
WASHINGTON D.C. / MOSKOW — 5–6 Maret 2026

Pada 5-6 Maret 2026, laporan intelijen mengungkap Rusia membocorkan data real-time posisi kapal, pesawat, dan pasukan AS ke Iran sejak 28 Februari, mengubah konflik regional menjadi proksi kekuatan nuklir.

Dikutip dari The Washington Post, 6 Maret 2026: "Rusia memberikan intelijen kepada Iran untuk menyerang pasukan Amerika, termasuk lokasi kapal dan pesawat—upaya komprehensif." Konfirmasi datang dari CNN, PBS, NBC News, AP, dan ABC News, menyebut data satelit real-time.
Dikutip dari PBS NewsHour, Nick Schifrin, 6 Maret 2026: "Rusia berbagi pergerakan real-time pasukan AS sejak perang dimulai—lebih dari sekadar kekhawatiran."

Kremlin tidak mengakui atau menyangkal. Dikutip dari Dmitry Peskov, Juru Bicara Kremlin, 6 Maret 2026: "Kami dialog dengan Iran, tapi mereka tidak minta bantuan." Pakar Anna Borshchevskaya kepada Reuters: "Putin prioritaskan Ukraina, tapi eskalasi Iran alihkan perhatian dari Ukraina."

Dikutip dari CNN, 6 Maret 2026: "Intelijen AS tunjuk China mungkin siapkan bantuan finansial, suku cadang, dan komponen rudal ke Iran, meski Beijing hati-hati."

Di AS, Kongres dorong resolusi kekuatan perang. Dikutip dari Hakeem Jeffries, Pemimpin Minoritas DPR, kepada Fox News, 5 Maret 2026: "Trump belum beri justifikasi hukum—ini perang besar, bukan serangan singkat."

Sementara, Ukraina tawarkan keahlian anti-drone Shahed ke negara Teluk. Dikutip dari Fortune / AP, 6 Maret 2026: "Zelenskyy bicara dengan UEA, Qatar dll., garisbawahi dampak geopolitik luas."

Konflik ini kini libatkan Rusia-China sebagai pendukung terselubung, memicu ketegangan nuklir baru.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!