SUARBERITA.COM – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tengah menyiapkan proyek pembangunan jalur kereta api pertama di Pulau Kalimantan dengan nilai investasi mencapai Rp25 triliun. Proyek ini disebut menjadi langkah besar dalam memperkuat konektivitas dan pembangunan infrastruktur di wilayah utara Kalimantan.
Mengutip dari Radar Surabaya, (09/05/2026), jalur kereta api ini direncanakan akan menghubungkan beberapa wilayah di Kaltara seperti Tanjung Selor, Tana Tidung, hingga Malinau. Selain Itu, proyek ini juga diproyeksikan dapat terintegrasi langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) di masa mendatang.
Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Paliwang menyatakan investor telah menyatakan kesiapannya untuk mendanai proyek besar tersebut. Kehadiran transportasi kereta api dinilai dapat membantu mempercepat distribusi barang dan mobilitas masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masih tergantung pada jalur darat dan sungai.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, proyek ini juga diharapkan dapat membuka akses baru bagi daerah perbatasan Indonesia dengan Malaysia. Pemerintah daerah bahkan menargetkan jaringan kereta nantinya dapat terhubung dengan kawasan internasional di Kalimantan Utara.
Meski begitu, pembangunan hingga saat ini masih menunggu sejumlah proses administrasi dan perizinan. Termasuk pembahasan kawasan hutan bersama pemerintah pusat. Pemprov Kaltara menegaskan proyek akan tetap memperhatikan aspek lingkungan serta melibatkan masyarakat lokal dalam proses pembangunan.
Jika terealisasi, proyek ini akan menjadi sejarah baru karena menjadi jalur kereta api pertama yang beroperasi di Pulau Kalimantan. Selain menjadi simbol kemajuan transportasi, proyek ini juga diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan di Indonesia bagian Timur.

