SUARBERITA.COM - Prabowo Subianto dikabarkan telah melaksanakan kunjungan kenegaraan resmi sebanyak 52 kali selama 1,5 tahun menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Diplomasi luar negeri yang masif di era Presiden Prabowo menuai kontroversi publik. Salah satu pihak yang memberikan masukan terkait diplomasi luar negeri yaitu Dino Patti Djalal, Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia yang menjabat selama 3 bulan pada 14 Juli 2014 hingga 20 Oktober 2014.
Dilansir dari Kantor Berita Nasional Antara, Dino memberi masukan bahwa Presiden Prabowo dapat mengatur prioritas kunjungan kenegaraan resmi. Salah satu cara yang bisa dilakukan menurut Dino yaitu menggunakan video conference agar menghemat anggaran. Dino juga menyoroti bahwa Presiden Prabowo menjadi pemimpin negara yang paling sering melakukan diplomasi luar negeri.
Menanggapi hal tersebut, Teddy Indra Wijaya selaku Sekretaris Kabinet Republik Indonesia menjelaskan bahwa pencapaian diplomasi luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo memiliki dampak nyata bagi negara dalam 1,5 tahun terakhir. Teddy turut menegaskan bahwa kelebihan anggaran kunjungan keluar negeri yang di luar tanggungan negara ditanggung secara pribadi oleh Presiden Prabowo dan rombongan.
Dari segi jumlah rombongan, terdapat pemangkasan secara signifikan menjadi 50-60 orang yang jauh lebih kecil dibandingkan jumlah rombongan kunjungan keluar negeri pada masa pemerintahan sebelum Presiden Prabowo. Teddy pun menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan sebelumnya, jumlah rombongan kunjungan keluar negeri melampaui 120 orang, khususnya saat Dino menjabat Wakil Menteri Luar Negeri.
Maka dari itu, pemerintah tetap terbuka terhadap kritik dan saran dari berbagai pihak, tetapi publik diminta tidak mengaburkan fakta atas berbagai capaian diplomasi luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo. Pemerintah dalam hal ini tetap mengatur jadwal kunjungan keluar negeri berdasarkan kebutuhan mendesak dan skala prioritas.

