SUARBERITA.COM - Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang digadang-gadang membuka lapangan pekerjaan. Baru-baru ini, rekrutmen manajer KDKMP telah selesai dilaksanakan. Namun, terdapat sorotan dari Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) terkait rekrutmen sejumlah 30.000 manajer KDKMP.
Dilansir dari Harian Kompas, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Koperasi, Agung Sudjatmoko mengatakan, “Dapat dipastikan hasil rekrutmen manajer KDKMP diisi oleh banyak peserta dengan kompetensi yang jauh dari kebutuhan nyata. Padahal, mereka dituntut mengelola usaha baru dengan berbagai tantangan. Kompleksitas ini membuat peluang keberhasilan para manajer menjadi kecil.”
Lebih lanjut, Agung menjelaskan bahwa kuantitas manajer yang direkrut belum tentu sebanding dengan kualitas sumber daya manusia (SDM). Menurut Agung, pengelolaan KDKMP harus diberikan kepada orang yang memiliki kompetensi dalam bidang manajerial. Agung juga menegaskan bahwa terdapat risiko ketidaksiapan manajer yang berhasil direkrut.
Sementara itu, Agung pun menyoroti jumlah anggaran yang digunakan dalam rekrutmen manajer KDKMP. Pemerintah telah menggelontorkan sejumlah Rp240 triliun hanya untuk pembangunan KDKMP melalui bank himbara. Agung mengingatkan pemerintah terkait pemborosan anggaran untuk operasional KDKMP dan kebutuhan para manajer tersebut.

