Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Ragam Taktik Jemaah Haji Mengelabui Aturan Bagasi Bandara demi Air Zamzam

Moh Wasil Haqqullah22 Juni 202620.00 WIB
Ragam Taktik Jemaah Haji Mengelabui Aturan Bagasi Bandara demi Air Zamzam

SUARBERITA.COM - Menjelang kepulangan dari Tanah Suci, sejumlah jemaah haji kedapatan menggunakan cara-cara yang tidak lazim di bandara. Hal ini dilakukan demi membawa pulang air zamzam dalam jumlah banyak melampaui aturan regulasi penerbangan resmi.

Fenomena jemaah haji yang mencoba mengelabui petugas bandara demi membawa air zamzam kembali terjadi. Berdasarkan laporan, terdapat jemaah yang nekat menggunakan baju hingga 10 lapis demi menyembunyikan botol air zamzam di balik pakaian mereka. Tidak hanya itu, ada pula jemaah yang membungkus botol-botol air zamzam dengan balutan kain atau pakaian di dalam tas jinjing agar tidak terdeteksi oleh mesin pemindai (X-ray).

Salah satu jemaah yang menggunakan trik ini adalah Marina asal Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang tergabung dalam embarkasi Makassar (UPG). Marina rela mengenakan gamis sembilan lapis agar oleh-olehnya bisa terbawa ke Tanah Air.

"Kopernya tidak muat kalau terlalu banyak. Jadi saya keluarkan baju-baju untuk dipakai. Supaya kopernya lebih longgar," kata Marina. Dikutip dari kompas, Minggu (21/6/2026).

Petugas bandara pun kerap menemukan berbagai modus lain, seperti menyisipkan air dalam kemasan di antara barang bawaan lainnya. Pihak otoritas penerbangan sebenarnya telah menetapkan aturan ketat terkait barang bawaan berbahaya atau barang terlarang dalam kabin pesawat, termasuk pembatasan volume cairan.

Namun, keinginan kuat untuk membawa buah tangan istimewa ini membuat sebagian jemaah rela menempuh risiko. Tindakan tersebut tidak hanya merepotkan proses pemeriksaan keamanan, tetapi juga berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan penerbangan jika barang-barang tersebut tidak tertata sesuai prosedur standar yang telah ditetapkan maskapai maupun pihak bandara.

Tindakan nekat jemaah haji yang melanggar aturan bagasi tersebut menunjukkan tingginya antusiasme membawa oleh-oleh air zamzam. Meski demikian, kepatuhan terhadap regulasi penerbangan tetap harus diutamakan guna menjamin keselamatan bersama. Diharapkan ke depannya, sosialisasi mengenai aturan barang bawaan lebih ditingkatkan agar jemaah tidak lagi mengambil jalan pintas yang merugikan.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!