SUARBERITA. COM - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum berdiskusi dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita terkait solusi lonjakan harga plastik, termasuk opsi pembebasan bea masuk propana dalam LPG yang menjadi bahan baku penting industri petrokimia untuk produksi plastik jenis polypropylene (PP).
Purbaya mengatakan, usulan keringanan tersebut sebaiknya dibahas terlebih dahulu dengan Kementerian Perindustrian sebelum diajukan ke Kementerian Keuangan. Ia menilai kenaikan harga plastik terjadi karena mahalnya bahan baku dan akan kembali turun ketika harga bahan baku membaik.
“Belum (diskusi dengan Kemenperin), dia enggak pernah telepon saya,” ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Rabu (8/4/2026), dilansir dari Kontan.co.id
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Indonesia Olefin, Aromatic and Plastic Industry Association (Inaplas), Fajar Budiono, mengatakan industri plastik menyiapkan sejumlah strategi untuk menekan biaya produksi di tengah tekanan global akibat konflik di Timur Tengah.
Salah satu langkah yang ditempuh yakni meningkatkan penggunaan bahan baku plastik daur ulang dari sebelumnya sekitar 10–20 persen menjadi 30–40 persen. Strategi ini dinilai mampu menekan biaya produksi sehingga harga produk plastik tetap terjangkau.
Selain itu, industri juga mencari substitusi bahan baku plastik konvensional dan melakukan inovasi material, termasuk pencampuran dengan bahan pengisi (filler) guna menjaga harga di tengah kenaikan bahan baku.

