SUARBERITA.COM - Pelaksanaan puncak ibadah haji yaitu wukuf di Arafah serta mabit di Muzdalifah dan Mina baru saja selesai pada 29 Mei 2026. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) pada tahun 2026 melakukan pelayanan jamaah haji Indonesia secara perdana menggantikan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam pelaksanaan ibadah haji.
Dilansir dari laman resmi Kemenhaj, Mochamad Irfan Yusuf selaku Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia mengatakan, “Pelayanan haji tahun ini harus menjadi bukti bahwa Indonesia hadir lebih fokus, terarah, dan dekat dengan jamaah haji.”
Menurut Irfan dalam sambutannya setelah puncak ibadah haji, pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 menjadi sejarah bagi Kemenhaj dalam melayani jamaah haji Indonesia. Saat ini, Kemenhaj berfokus pada pemberian layanan dalam rangkaian akhir ibadah haji.
Lebih lanjut, Irfan menjelaskan bahwa seluruh keberangkatan jamaah haji Indonesia telah selesai. Sejumlah 527 kloter dengan 202.551 jamaah haji, 16.596 jamaah haji khusus, dan 2.098 petugas haji telah tiba di Makkah, Arab Saudi.
Melalui pelayanan jamaah haji Indonesia dalam melaksanakan ibadah haji yang diakomodasi oleh Kemenhaj, pemerintah berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi para tamu Allah di tanah suci. Pemerintah secara historis juga memisahkan tugas pelayanan ibadah haji menjadi kementerian sendiri agar pelayanan untuk jamaah haji menjadi lebih terfokus dan maksimal.

