Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Puncak Arus Mudik dan Balik 2026 Diprediksi 2 Tahap

Maindarto Sukowati11 Maret 202615.50 WIB
Puncak Arus Mudik dan Balik 2026 Diprediksi 2 Tahap

Jakarta - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memperkirakan puncak arus mudik tahun ini akan terjadi sebanyak 2 gelombang, yakni pada 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026. “Untuk arus baliknya, puncaknya diperkirakan akan jatuh pada tanggal 24, 25 Maret, lalu yang kedua di tanggal 28 dan 29 Maret," ujar AHY dalam jumpa pers di Istana, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

AHY mengatakan, kemungkinan akan ada 143,9 juta perjalanan masyarakat yang melakukan mudik pada Lebaran 2026. AHY menjelaskan, pergerakan masyarakat terbanyak akan terjadi ke wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

AHY menjelaskan, untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas pada puncak arus tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan lalu lintas. Misalnya seperti mendorong kebijakan work from anywhere (WFA) yang diharapkan dapat mengurangi penumpukan pergerakan masyarakat. “Itu mengapa di tengah-tengahnya kita mengurai pakai stay dengan cara memberlakukan Work From Anywhere. Nanti akan dijelaskan lebih perinci oleh Bapak Menko PMK. Intinya, kebijakan terdahulu untuk mengurai kemacetan seperti ini dinilai efektif mengurangi kemacetan yang ekstrem,” tuturnya.

Kemudian, dari sisi moda transportasi, AHY menyebut kendaraan pribadi masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk pulang ke kampung halaman. Menurutnya, sekitar 52 persen pemudik diperkirakan menggunakan mobil pribadi untuk pergi ke tujuan mereka. Sementara itu, moda transportasi lain yang paling banyak digunakan adalah sepeda motor dan bus umum. “Lalu dihadapkan pada moda transportasi yang digunakan.

Sedangkan untuk kapal penyeberangan, pesawat terbang, kereta api antarkota, dan kapal laut berada di bawah transportasi pribadi dan bus. “Jadi bisa dibayangkan bahwa memang bicara mudik berarti beban utama ada di jalan-jalan raya, baik jalan tol, jalan nasional, termasuk jalan-jalan arteri yang kemudian akan digunakan menuju ke kabupaten/kota tujuan masyarakat,” imbuhnya

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!