SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak pada Jumat (10/7) sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, dan dilakukan bersamaan dengan Bendungan Keureuto serta Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Karanganyar, Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali.
“Bendungan Meninting dibangun untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan, serta mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Nino dan IOD yang berpotensi memicu kemarau panjang,” ungkap Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Jumat, (10/7), dikutip dari SindoNews. Selain itu, bendungan tersebut memiliki kapasitas sekitar 9,91 juta meter kubik dan mendukung penyediaan air baku serta pembangkit energi, dikutip dari SindoNews.
Peresmian lima bendungan ini menjadi salah satu langkah pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air di berbagai daerah. Kehadiran bendungan diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor pertanian melalui pasokan irigasi yang lebih stabil, sekaligus mengurangi risiko kekeringan saat musim kemarau.
Tak hanya mendukung ketahanan pangan, pembangunan bendungan juga memberi manfaat bagi masyarakat melalui penyediaan air bersih, pengendalian banjir, hingga pengembangan energi terbarukan. Dengan beroperasinya lima bendungan tersebut, pemerintah berharap pemerataan pembangunan infrastruktur dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

