Suar Berita
News

Prabowo Panggil Menkeu, BI dan Danantara ke Istana, Ada Apa dengan Arah Ekonomi Indonesia?

M Rayhan Wildani K2 November 202614.39 WIB
Prabowo Panggil Menkeu, BI dan Danantara ke Istana, Ada Apa dengan Arah Ekonomi Indonesia?

SUARBERITA.COM - Prabowo Panggil Menkeu, BI dan Danantara ke Istana, Ada Apa dengan Arah Ekonomi Indonesia?

Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat yang menangani sektor ekonomi ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/11/2026). Pertemuan tersebut melibatkan Menteri Keuangan Suahasil Nazara, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, serta Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti.

Meski belum ada rincian agenda maupun keputusan yang diumumkan, komposisi pejabat yang hadir menarik untuk dicermati. Mereka mewakili tiga sektor penting dalam perekonomian nasional, yakni kebijakan fiskal, stabilitas moneter, dan investasi.

Rosan Roeslani menyebut pertemuan tersebut merupakan bagian dari koordinasi tim ekonomi. Ia mengatakan Presiden ingin mendapatkan perkembangan terbaru sekaligus mengoptimalkan kondisi perekonomian Indonesia ke depan.

Pertemuan ini dapat dibaca sebagai momentum untuk menyelaraskan berbagai instrumen ekonomi pemerintah. Sebab, kebijakan anggaran negara, stabilitas keuangan, dan investasi memiliki keterkaitan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Dari sisi fiskal, Kementerian Keuangan memiliki peran dalam mengelola APBN, termasuk belanja pemerintah dan penerimaan negara. Sementara Bank Indonesia bertugas menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. Adapun Danantara memiliki peran dalam pengelolaan investasi serta aset negara.

Koordinasi ketiganya menjadi penting ketika pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan sekaligus memastikan aktivitas ekonomi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

Investasi dan pertumbuhan ekonomi menjadi perhatian

Salah satu sektor yang menarik dicermati adalah investasi. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi selama dua tahun pemerintahan Prabowo, terhitung Oktober 2024 hingga September 2026, mencapai Rp3.923,2 triliun.

Dari jumlah tersebut, investasi dalam negeri mencapai Rp1.998,7 triliun, sedangkan penanaman modal asing sebesar Rp1.924,5 triliun. Investasi tersebut juga diklaim menyerap sekitar 5,48 juta tenaga kerja.

Capaian itu menunjukkan besarnya peran investasi dalam agenda ekonomi pemerintah. Namun, tantangan berikutnya bukan hanya menjaga angka realisasi, melainkan memastikan investasi mendorong industrialisasi, membuka lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Di sinilah peran Danantara menjadi relevan untuk diperhatikan. Pengelolaan aset dan perusahaan negara diharapkan dapat mendukung investasi produktif serta memperkuat kontribusi BUMN terhadap ekonomi.

Di sisi lain, kebijakan fiskal dan moneter juga perlu berjalan selaras agar aktivitas investasi tidak terhambat oleh ketidakpastian ekonomi maupun tekanan stabilitas keuangan.

Meski demikian, belum ada keterangan bahwa seluruh persoalan tersebut menjadi agenda khusus dalam pertemuan di Istana pada Senin ini.

Pertemuan Prabowo dengan jajaran ekonomi tersebut pada akhirnya memunculkan pertanyaan mengenai langkah lanjutan pemerintah. Apakah koordinasi ini akan menghasilkan penyesuaian kebijakan fiskal, penguatan investasi melalui Danantara, atau langkah lain untuk menjaga pertumbuhan ekonomi?

Jawabannya masih menunggu penjelasan resmi setelah pertemuan. Namun, satu hal yang jelas, tantangan pemerintah bukan hanya menjaga pertumbuhan ekonomi di atas kertas, melainkan memastikan dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!