Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Suar Berita
News

Prabowo-Gibran Tak Duduk Berdampingan Saat Sidang Kabinet, Istana Bantah Isu Ketidakharmonisan

Abd Munib22 Juli 202611.15 WIB
Prabowo-Gibran Tak Duduk Berdampingan Saat Sidang Kabinet, Istana Bantah Isu Ketidakharmonisan

SUARBERITA.COM - Istana membantah isu ketidakharmonisan antara Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah keduanya terlihat tidak duduk berdampingan dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan posisi tempat duduk tersebut murni berkaitan dengan kebutuhan teknis pelaksanaan sidang. Langkah selanjutnya, pemerintah memastikan fokus Kabinet Merah Putih tetap diarahkan pada percepatan program prioritas nasional memasuki semester kedua 2026.

Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo membutuhkan ruang pendukung saat menyampaikan evaluasi dan arahan kepada jajaran menteri. Dalam sidang tersebut, Presiden menggunakan teleprompter untuk membantu penyampaian materi yang dilengkapi berbagai data mengenai capaian dan program pemerintah.

"Karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kalau saudara-saudara perhatikan, banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data. Karena itu, kemarin beliau menggunakan alat bantu berupa teleprompter. Itulah yang kemudian menjawab pertanyaan mengenai lay out," kata Prasetyo dikutip dari Antara, Selasa (21/7/2026).

Dia menegaskan posisi Presiden Prabowo yang berada di tengah ruangan merupakan bagian dari pengaturan teknis agar penyampaian materi berjalan efektif. Sementara posisi Wakil Presiden Gibran tidak memiliki kaitan dengan hubungan politik maupun koordinasi keduanya.

"Tidak ada. Sama sekali tidak ada (posisi Presiden dan Wapres tidak setara). Kami pada posisi sekarang sedang kompak-kompaknya," tegas Prasetyo.

Menurutnya, substansi Sidang Kabinet Paripurna adalah evaluasi kinerja pemerintahan selama sekitar 21 bulan masa Kabinet Merah Putih. Presiden juga memberikan arahan agar seluruh kementerian dan lembaga mempercepat program yang masih perlu dikejar pada semester kedua tahun ini.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah akan melakukan percepatan berbagai program prioritas nasional berdasarkan hasil evaluasi sidang kabinet. Istana menegaskan hubungan Presiden Prabowo dan Wapres Gibran tetap solid dan seluruh jajaran pemerintah berkomitmen menjalankan agenda pembangunan untuk kepentingan masyarakat.

Komentar (0)

Silakan login untuk memberikan komentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!