SUARBERITA.COM – Penurunan permukaan tanah menjadi masalah serius di pesisir pantai utara Pulau Jawa (Pantura). Namun, pemerintah tidak meninggalkan masalah ini begitu saja. Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas untuk menginstruksikan pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall) di Pantura. Rapat ini dilaksanakan di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (20/4).
Dilansir dari laman resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, Brian Yuliarto selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi mengatakan, “Banyak hasil-hasil penelitian di kampus yang sudah diuji coba. Jadi, dosen-dosen yang selama ini penelitian-penelitian di kampus dapat mendukung untuk percepatan dan lebih efisien tentang pengembangan giant sea wall jika mereka diminta untuk terlibat.”
Lebih lanjut, Brian Yuliarto menjelaskan bahwa kementeriannya akan segera mengundang para pakar dan guru besar untuk pengembangan giant sea wall termasuk melibatkan Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa.
Sementara itu, Didit Herdiawan Ashaf selaku Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan menyampaikan bahwa progres giant sea wall hingga saat ini masih dalam proses perencanaan konstruksi.
Pemerintah menegaskan bahwa pembangunan giant sea wall tidak hanya soal kecepatan, melainkan kualitas perencanaan. Presiden Prabowo pun menekankan agar kolaborasi pemerintah, akademisi, dan pelaku industri menjadi kunci agar proyek ini tepat secara teknis.

