SUARBERITA.COM - Piala Dunia 2026 menjadi momentum penting bagi Jerman untuk menghapus kegagalan dalam dua edisi sebelumnya. Setelah tersingkir di fase grup pada Piala Dunia 2018 dan kembali gagal memenuhi ekspektasi di Qatar 2022, Die Mannschaft kini datang dengan semangat baru di bawah arahan Julian Nagelsmann.
Dilansir dari CNN Indonesia, Jerman yang telah mengoleksi empat gelar juara dunia sempat mengalami penurunan performa dalam beberapa tahun terakhir. Kegagalan di Piala Dunia 2022 menjadi titik balik yang mendorong Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) melakukan perubahan dengan menunjuk Nagelsmann sebagai pelatih kepala pada 2023 untuk memimpin proses pembenahan skuad.
Di bawah kepemimpinan Nagelsmann, Jerman menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Pelatih muda tersebut menerapkan pendekatan permainan yang lebih fleksibel dan menyesuaikan strategi dengan kualitas para pemain yang dimiliki, termasuk generasi muda yang mulai menjadi tulang punggung tim.
Sejauh ini, Nagelsmann mencatatkan 21 kemenangan, enam hasil imbang, dan enam kekalahan dari 33 pertandingan bersama Jerman. Catatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan performa yang cukup konsisten.
Perjalanan Jerman menuju Piala Dunia 2026 juga berlangsung meyakinkan. Mereka berhasil finis di puncak Grup A kualifikasi zona Eropa dengan raihan 15 poin. Satu-satunya kekalahan dialami saat menghadapi Slovakia pada September 2025, sebelum akhirnya menyapu bersih sembilan pertandingan berikutnya.
Meski demikian, Piala Dunia 2026 akan menjadi ujian terbesar bagi Nagelsmann. Pasalnya, Jerman masih belum mampu melangkah jauh dalam turnamen besar, setelah terhenti di perempat final Piala Eropa 2024 dan semifinal UEFA Nations League 2025. Karena itu, ajang di Amerika Utara nanti akan menjadi kesempatan bagi Jerman untuk membuktikan bahwa mereka telah kembali menjadi salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia.

