SUARBERITA.COM - Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan itu membahas perkembangan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win di sektor kesehatan termasuk Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Hal itu diungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Menurut dia, CKG menjadi bagian program penting. Pasalnya, hingga pertengahan tahun 2026, program itu telah menjangkau lebih dari 42,3 juta peserta di 38 provinsi. Sebelumnya, pada 2025, pemeriksaan kesehatan gratis telah diikuti lebih dari 70 juta penduduk.
“Tidak hanya berhenti pada deteksi dini, program CKG mulai tahun ini memprioritaskan upaya pengobatan dan penyembuhan oleh petugas puskesmas dengan pemberian obat dan monitoring secara gratis kepada masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes,” kata Teddy dikutip dari detik.com, Rabu (10/6/2026).
Selain membahas CKG, Menkes juga melaporkan perkembangan program penanggulangan tuberkulosis (TBC) yang diperkuat melalui integrasi dengan layanan CKG dan penerapan one-stop service (OSS) di puskesmas. Dengan skema tersebut, proses skrining, diagnosis hingga pengobatan TBC dapat dilakukan pada hari yang sama.
Dalam pertemuan itu, Budi turut menyampaikan progres peningkatan layanan kesehatan di daerah melalui pembangunan dan pengembangan rumah sakit. Sebanyak 20 dari 22 RSUD prioritas yang ditargetkan naik kelas telah selesai dibangun, Sementara 10 rumah sakit sudah beroperasi.
Menkes melaporkan perkembangan pembangunan Rumah Sakit Umum Pusat Riau yang telah mencapai 85 persen dan ditargetkan diresmikan pada Desember 2026. Rumah sakit tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan kesehatan rujukan di wilayah Riau dan sekitarnya serta mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat ke luar negeri.

