SUARBERITA.COM - Setelah sempat menjadi perhatian akibat tertahan di kawasan Teluk Persia, kapal tanker VLCC Pertamina Pride kini telah berhasil melanjutkan pelayarannya menuju Indonesia. Pergerakan kapal tersebut mengindikasikan bahwa jalur strategis Selat Hormuz telah berhasil dilalui, sehingga distribusi minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri kembali berjalan sesuai rencana.
Berdasarkan data pelacakan AIS di VesselFinder, Pertamina Pride saat ini sedang berlayar menuju Pelabuhan Cilacap, Indonesia, dengan estimasi tiba pada 21 Juli 2026 pukul 14.00. Data tersebut juga mencatat kapal terakhir bertolak dari Jebel Ali Anchorage, Uni Emirat Arab, pada 6 Juli 2026 pukul 23.42 UTC. Kapal Tanker berbendera Singapura itu merupakan Very Large Crude Carrier (VLCC) yang dibangun pada 2021 dengan panjang 330 meter dan lebar 60 meter.
Keberhasilan Pertamina Pride keluar dari kawasan Teluk Persia menjadi sinyal positif bagi kelancaran rantai pasok energi nasional. Sebelumnya, kapal ini sempat mengalami penundaan pelayaran akibat situasi kemanan di sekitar Selat Hormuz. Dengan perjalanan yang kini terus berlanjut menuju Cilacap, pasokan minyak mentah untuk salah satu kilang utama Pertamina diharapkan dapat tiba sesuai jadwal dan mendukung kebutuhan energi nasional.

