SUARBERITA.COM - PT Pertamina membidik potensi cadangan minyak mentah hingga 4 miliar barel di Lapangan Minas melalui penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan produksi dari lapangan-lapangan tua (mature fields) sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza mengatakan upaya optimalisasi lapangan tua menjadi salah satu fokus utama perusahaan dalam menjaga stabilitas produksi minyak dan gas bumi nasional. Menurutnya, keberhasilan uji coba teknologi Chemical EOR menjadi modal penting dalam pengembangan sisa cadangan jumbo di Lapangan Minas.
“Untungnya kami telah memiliki uji coba yang sukses untuk chemical EOR, kami masih memiliki sekitar 4 miliar barel di satu lapangan di Minas, ini adalah pekerjaan rumah lainnya yang kami lakukan,” ujar Oki dikutip dari CNBC, Kamis (21/5/2026).
Lapangan Minas sendiri dikenal sebagai salah satu ladang minyak terbesar dan tertua di Indonesia yang berada di wilayah Riau. Seiring menurunnya produksi alami akibat usia lapangan, teknologi EOR dinilai menjadi solusi strategis untuk meningkatkan perolehan minyak yang masih tersisa di reservoir.
Chemical EOR merupakan metode peningkatan produksi dengan menyuntikkan bahan kimia tertentu ke dalam reservoir guna mendorong minyak yang sulit terangkat secara konvensional. Teknologi ini diharapkan mampu memperpanjang usia produksi lapangan sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak mentah.
Selain mendukung ketahanan energi nasional, optimalisasi Lapangan Minas juga diproyeksikan dapat meningkatkan lifting migas nasional di tengah tantangan penurunan produksi dari lapangan-lapangan tua di berbagai wilayah Indonesia.

