SUARBERITA.COM - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melakukan kerja sama dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) guna memperkuat intelijen untuk memerangi kejahatan siber lintas negara. Langkah ini ditandai pertemuan antara Direktur FBI, Kash Pastel dan delegasi dengan Kapolri, Listyo Sigit dan jajaran di Markas Besar (Mabes) Polri, Jakarta, pada Kamis (23/7).
Dilansir dari VIVA News & Insights, Listyo Sigit dalam pertemuan tersebut mengatakan, “Saya berharap kunjungan ini semakin mempererat hubungan kelembagaan antara Polri dan FBI serta memberikan momentum baru bagi penguatan kerja sama penegakan hukum internasional, khususnya dalam menghadapi berbagai ancaman kejahatan lintas negara yang semakin kompleks.”
Lebih lanjut, Listyo menjelaskan bahwa FBI menjadi salah satu mitra strategis Polri dalam kerja sama untuk penegakan hukum internasional. Menurut Listyo, hubungan kelembagaan harus terjalin untuk merespons berbagai ancaman kejahatan siber lintas negara yang terus berkembang.
Selain itu, terdapat kerja sama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan pelatihan personel Polri yang diselenggarakan oleh FBI guna memperkuat intelijen untuk memerangi kejahatan siber lintas negara. Listyo menegaskan bahwa kerja sama dengan FBI telah memiliki Letter of Intent.
Dalam audiensi tersebut, Polri dan FBI sepakat memperkuat intelijen untuk memerangi kejahatan siber lintas negara melalui internet seperti pig butchering, love scam, business email compromise, phising, ransomware, investasi bodong, pencurian identitas, kejahatan media sosial, dan aplikasi digital yang disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab.

